Tiba di AS, Prabowo Presiden Bakal Bertemu Donald Trump Bahas Kerja Sama Perdagangan

suarasurabaya.net
13 jam lalu
Cover Berita

Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, tiba di Amerika Serikat (AS) pada hari Selasa (17/2/2026) pukul 11.55 waktu setempat, dalam rangka kunjungan kerja.

Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden dan rombongan terbatas, mendarat di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC.

Kedatangan Prabowo disambut Dwisuryo Indroyono Soesilo Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Marsma TNI Edwardus Wisoko Aribowo Atase Pertahanan RI di Washington, dan Colonel Gary Charland Maintenance Group Commander.

Selanjutnya, RI 1 menuju hotel tempatnya bermalam selama berada di Washington DC.

Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet (Seskab) dalam keterangannya menyebut, Presiden terjadwal melakukan pertemuan bilateral dengan Donald Trump Presiden AS.

Pertemuan itu fokus membahas penguatan hubungan kedua negara, kerja sama strategis di berbagai bidang ekonomi, serta perjanjian dagang.

“Kunjungan Kepala Negara kali ini adalah bagian dari langkah aktif diplomasi Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan rantai ekonomi, serta produktivitas industri dalam negeri,” ujarnya.

Selain Teddy, Prabowo Presiden didampingi Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dalam kunjungan ke AS.

Sebelumnya, Rabu (11/2/2026), di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Airlangga Hartarto Menko Perekonomian bilang, bulan ini Prabowo Presiden berencana menandatangani kesepakatan tarif resiprokal bersama Pemerintah AS.

Kesepakatan dagang antara Indonesia dan AS itu merupakan hasil proses negosiasi tarif yang berjalan dari tahun lalu.

Pada 22 Juli 2025, Pemerintah AS dan Indonesia menyepakati pernyataan bersama mengenai kerangka kerja kesepakatan tarif resiprokal.

Dalam kerangka kesepakatan itu, AS bersedia memangkas tarif impor dari 32 persen menjadi 19 persen untuk produk asal Indonesia.

Kemudian, AS berkomitmen menghapus tarif impor sejumlah komoditas khusus seperti sawit, kopi, minyak kelapa, dan kakao.

Sebaliknya, Indonesia menyatakan siap membeli energi dari AS senilai 15 miliar Dollar AS, produk pertanian senilai 4,5 miliar Dollar AS, dan 50 unit pesawat Boeing.

Pemerintah Indonesia juga berjanji mengatasi permasalahan nontarif yang menghambat kerja sama kedua negara melalui deregulasi kebijakan.(rid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
21 Menara Telekomunikasi Bayan Group Hubungkan Wilayah Terpencil Kaltim
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Observatorium Bosscha ITB: Hilal 1447 H Tidak Teramati, Awal Ramadan Ditentukan Besok
• 22 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Soal Perbedaan Awal Ramadhan, Yenny Wahid: Bukan Masalah, Hormati Saja
• 19 jam lalukompas.com
thumb
BMRI Cetak Kinerja Impresif, Target Harga Naik ke Rp6.400
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Polisi Gagalkan Penyelundupan Sabu 35,1 Kg di Jalan Trans Kalimantan, 2 Kurir Ditangkap
• 20 menit lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.