Investasi Jumbo di AI, Adani Group Bakal Guyur Duit Sampai Rp1.600 T

cnbcindonesia.com
20 jam lalu
Cover Berita
Foto: Hindustan Times via Getty Images/Hindustan Times

Jakarta, CNBC Indonesia - Konglomerat India Adani Group mengumumkan rencana investasi sebesar US$100 miliar atau sekitar Rp1.600 triliun untuk mengembangkan pusat data siap kecerdasan buatan (AI) yang ditopang energi terbarukan hingga 2035.

Melansir CNBC International, Selasa (17/2/2026), proyek ini ditujukan untuk membangun platform pusat data terintegrasi terbesar di dunia dan memperkuat posisi India dalam persaingan global AI.

Perusahaan menyatakan investasi tersebut berpotensi menciptakan ekosistem infrastruktur AI senilai hingga US$250 miliar selama satu dekade ke depan, serta memicu tambahan belanja sekitar US$150 miliar di sektor manufaktur server, platform cloud nasional, dan industri pendukung lainnya.


"Dunia sedang memasuki revolusi kecerdasan yang lebih dalam dibanding Revolusi Industri sebelumnya," ujar Ketua Adani Group Gautam Adani dalam pernyataan resmi. Ia menegaskan India tidak hanya akan menjadi pengguna teknologi AI.

"India tidak akan hanya menjadi konsumen di era AI. Kami akan menjadi pencipta, pembangun, dan pengekspor kecerdasan," katanya.

Dorongan AI ini akan memperluas jaringan pusat data nasional AdaniConnex, usaha patungan Adani Group dengan EdgeConnex, dari kapasitas saat ini sekitar 2 gigawatt (GW) menuju target 5 GW. Perusahaan menyebut skala tersebut akan menjadikannya platform pusat data terintegrasi terbesar secara global.

Baca: Shah Rukh Kan Masuk Geng Miliarder Dunia, Ini Sumber Kekayaanya

Adani Group juga mengungkapkan kemitraan strategis dengan Google, serta menyatakan tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah pemain teknologi besar lain untuk membangun kampus pusat data berskala besar di berbagai wilayah India. Sebelumnya, induk Google, Alphabet, telah menyatakan komitmen investasi US$15 miliar dalam lima tahun untuk pengembangan pusat data AI di India selatan.

Pengumuman investasi ini disampaikan bertepatan dengan penyelenggaraan AI Impact Summit India, ajang lima hari yang dihadiri para pemimpin global dan eksekutif teknologi, termasuk CEO OpenAI Sam Altman dan CEO Alphabet Sundar Pichai, yang disebut sebagai pertemuan AI internasional besar pertama di kawasan Global South.

Pasar merespons positif kabar tersebut. Saham Adani Enterprises, perusahaan unggulan grup, menguat sekitar 2,3% dan menjadi salah satu penguat utama indeks Nifty 50. Saham Adani Green Energy juga tercatat naik sekitar 1,8%.

Meski demikian, pergerakan saham Adani Group dalam beberapa pekan terakhir berfluktuasi di tengah tekanan hukum yang membayangi. Dokumen pengadilan di Amerika Serikat mengungkap rencana Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) melayangkan surat panggilan kepada Gautam Adani dan keponakannya terkait dugaan penyuapan dan penipuan. Adani Group membantah tuduhan tersebut dan menyatakan akan menempuh seluruh jalur hukum yang tersedia.

Baca: Pengaruh India Melemah di Bangladesh, China Siap Ambil Kesempatan


(dce)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Strategi Investasi Pengelola Dana Jumbo Cermati Efek Moody's

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov Banten Prioritaskan Perbaikan Enam Ruas Jalan Alternatif Demi Kelancaran Mudik dan Wisata Lebaran 2026
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Kerupuk Kulit Babi vs Sapi, Kenali Ciri-ciri dan Perbedaannya, Yuk!
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
13 Perempuan Asal Jabar Korban Perdagangan Orang di NTT
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Prabowo Teken Kesepakatan Tarif Trump Besok, Istana Harap Angkanya Turun
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Federico Barba tegaskan Persib siap habis-habisan
• 18 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.