Harga minyak mengalami kenaikan harga dan menjadi sorotan pada Selasa (17/2) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengancam Iran, yang membuat pasar terguncang di tengah suasana perdagangan yang sepi karena libur di Asia dan AS.
Mengutip AFP, minyak mentah (AS) West Texas Intermediate (WTI) sempat naik lebih dari satu persen mendekati USD 64 per barel sebelum kembali turun, sementara Brent turun tipis ke level sedikit di bawah USD 69 per barel.
Trump memperingatkan Iran soal konsekuensi jika tidak mencapai kesepakatan menjelang perundingan antara AS dan Iran di Jenewa.
Trump berulang kali mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Iran. Peringatan tersebut berdampak ke pasar pada awal pekan yang relatif tenang, karena bursa di Shanghai, Hong Kong, Taiwan, Korsel, dan Singapura masih tutup karena libur Imlek.
Pasar AS kembali buka pada Selasa (17/2) setelah libur Hari Presiden (President Day) pada Senin (16/2). Harga emas turun di bawah USD 5.000 per ons, sementara perak merosot tiga persen.
Bursa Tokyo ditutup melemah 0,4 persen setelah Jepang melaporkan pertumbuhan yang lemah pada Kuartal IV 2025 pada Senin (16/2).
“Dengan pasar AS tutup, pasar Jepang diperkirakan bergerak terbatas hari ini karena minimnya sentimen,” kata perusahaan sekuritas Monex dalam catatannya.
“Di pasar valuta asing, nilai tukar dolar/yen diperdagangkan di kisaran pertengahan 153 yen, lebih lemah dibanding hari sebelumnya, yang kemungkinan akan mendukung saham-saham berorientasi ekspor,” tambah catatan tersebut.
Bursa Sydney naik 0,2 persen setelah raksasa Australia yang juga merupakan produsen tembaga terbesar di dunia, BHP, melaporkan kenaikan laba bersih semesteran yang didorong oleh permintaan tembaga untuk memenuhi kebutuhan listrik global.
Walaupun pada Senin ada laporan pertumbuhan ekonomi Thailand sedang lesu, indeks saham Bangkok justru naik 0,9 persen. Kenaikan ini terjadi karena investor sedang dalam suasana optimistis setelah hasil pemilu 8 Februari, saat Partai Bhumjaithai yang berhaluan konservatif meraih kemenangan yang cukup mengejutkan
Indeks saham di Mumbai juga menguat, sementara Wellington dan Manila melemah. Indeks saham London dan Paris menguat saat pembukaan, sedangkan Frankfurt turun tipis.
Para pelaku pasar juga akan mencermati perkembangan Artificial Intelligence (AI) pekan ini, ketika para CEO teknologi dan pemimpin dunia berkumpul dalam AI Impact Summit di New Delhi. Disebut-sebut sebagai edisi terbesar sejauh ini, pertemuan lima hari tersebut bertujuan menghasilkan peta jalan bersama untuk tata kelola dan kolaborasi AI global.
Gubernur The Fed Michael Barr dan Presiden The Fed San Francisco Mary Daly juga dijadwalkan berbicara mengenai AI hari ini.
Meski permintaan yang sangat tinggi terhadap AI generatif telah mendongkrak laba banyak perusahaan teknologi, kekhawatiran juga meningkat terhadap risiko yang ditimbulkannya bagi masyarakat dan lingkungan.
Berikut data utama pergerakan saham sekitar pukul 08.00 GMT:
1. Tokyo - Nikkei 225: turun 0,4 persen ke 56.566,49 (penutupan)
2. Hong Kong - Hang Seng Index: tutup untuk libur
3. Shanghai - Composite: tutup untuk libur
4. London - FTSE 100: naik 0,3 persen ke 10.507,99
5. New York - Dow: pasar tutup karena libur.
Berikut pergerakan mata uang terhadap Dolar AS:
1. Dolar/yen: turun ke 153,08 yen dari 153,48 yen pada Senin
2. Euro/dolar: turun ke 1,1830 dolar AS dari 1,1854 dolar AS
3. Pound/dolar: turun ke 1,3555 dolar AS dari 1,3630 dolar AS
4. Euro/pound: naik ke 87,27 pence dari 86,98 pence
Harga minyak:
1. West Texas Intermediate: naik 0,5 persen ke 63,19 dolar AS per barel
2. Brent North Sea Crude: turun 0,9 persen ke 68,05 dolar AS per barel





