GELANDANG Juventus, Teun Koopmeiners, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya meski baru saja mencatatkan pencapaian individu gemilang. Pemain asal Belanda tersebut mencetak dua gol (brace) saat melawan Galatasaray di leg pertama play-off Liga Champions, Selasa malam. Namun, dua gol itu tak berarti apa-apa setelah Bianconeri takluk dengan skor telak 5-2.
Juventus sebenarnya mengawali laga dengan menjanjikan. Koopmeiners mencetak gol pertamanya musim ini sekaligus dua gol perdana di ajang Liga Champions sebelum jeda antarbabak, membawa Si Nyonya Tua unggul 2-1 di babak pertama.
Kegembiraan yang TerenggutBagi Koopmeiners, keberhasilan mencetak gol tidak memberikan kepuasan karena hasil akhir yang memilukan. Ia merasa performa tim di babak kedua sangat jauh dari harapan.
Baca juga : Juventus vs Galatasaray: Spalletti Murka Juventus "Mundur Tiga Langkah" di Istanbul
"Saya rasa kami memainkan babak pertama yang bagus; kami mencetak dua gol hebat. Kami sempat berbicara di ruang ganti bahwa kami harus menjaga penguasaan bola lebih lama, tetapi jalannya babak kedua sangat tidak baik," ujar Koopmeiners kepada Sky Sport Italia.
Ia menambahkan, rasa bahagianya tertutup oleh kegagalan tim menjaga keunggulan. "Saya memulai dengan baik bersama pelatih ini, saya mencetak dua gol penting di babak pertama, tetapi saya tidak bisa bahagia. Karena tidak ada yang penting jika Anda melihat babak kedua."
Petaka Babak KeduaPetaka Juventus di Istanbul diperparah dengan cederanya Gleison Bremer yang harus ditarik keluar di babak pertama karena masalah otot. Selain itu, Juan Cabal yang baru masuk di babak kedua justru menerima kartu merah hanya 20 menit setelah menginjakkan kaki di lapangan.
Baca juga : Juventus vs Galatasaray: Juventus Hancur 2-5 di Tangan Galatasaray
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Juventus yang telah kalah tiga kali dalam empat pertandingan terakhir di semua kompetisi, dengan catatan kebobolan 13 gol yang sangat mengkhawatirkan.
Menatap Misi Mustahil di TurinMeski berada dalam posisi sulit, Koopmeiners mencoba tetap optimistis menyambut leg kedua di Turin pekan depan. Juventus setidaknya membutuhkan kemenangan dengan selisih tiga gol untuk menjaga asa lolos.
"Kami harus berkembang dan mencetak setidaknya tiga gol; itu mudah," kata gelandang tersebut dengan nada menantang. "Kami harus melihat video pertandingan dan menyadari bahwa ada pertandingan baru minggu depan. Kami mencetak dua gol kali ini, tetapi kami butuh setidaknya tiga gol di laga berikutnya."
Sebelum mencoba mendaki "gunung tinggi" di Liga Champions, Juventus harus terlebih dahulu memulihkan mental mereka saat menjamu Como dalam lanjutan Serie A pada Sabtu mendatang. (football-Italia/Z-2)





