Kemdiktisaintek: 4 SMA Unggul Garuda Baru Ditargetkan Rampung Juni 2026

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menargetkan pembangunan SMA Unggul Garuda Baru rampung pada Juni 2026.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, menjelaskan pembangunan Sekolah Garuda merupakan bagian dari strategi pemerataan pendidikan unggul di Indonesia, sekaligus menyiapkan talenta terbaik bangsa.

Ia menyebut, Sekolah Garuda dirancang untuk memfasilitasi siswa berpotensi tinggi yang selama ini belum memperoleh dukungan optimal dari negara.

“Sekolah Garuda itu ditujukan sebetulnya filosofinya itu adalah ditujukan kepada mereka yang jumlahnya itu tidak banyak, 1 persen yang gifted dan talented students yang ada di Indonesia,” kata Najib dalam jumpa pers di Graha Diktisaintek, Jakarta, Rabu (18/2).

Menurutnya, konsep tersebut berangkat dari gagasan yang ia sebut sebagai the one percent rule, yakni perhatian khusus bagi kelompok kecil siswa dengan kemampuan luar biasa.

“Jadi anak-anak yang pintar, yang berbakat, yang istimewa, itu menjadi tidak mendapatkan fasilitasi dari negara,” ujarnya.

Selain menyasar siswa berpotensi tinggi, pembangunan Sekolah Garuda juga diarahkan untuk memperluas akses pendidikan unggul di luar Pulau Jawa. Najih menilai, banyak daerah memiliki talenta kuat namun minim fasilitas pendidikan berkualitas.

“Bahwa semua daerah yang ada di Indonesia itu mendapatkan kesempatan untuk memiliki sekolah yang bagus yang tidak kalah dengan provinsi yang lain, terutama misalnya yang ada di Jawa,” kata dia.

Saat ini, empat Sekolah Garuda tengah disiapkan di Belitung Timur, Timor Tengah Selatan (NTT), Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), serta Tanjung Selor di Kalimantan Utara.

"Yang sekarang empat yang dibangun itu adalah ada yang pertama di Belitung Timur, di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kemudian yang kedua itu di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Kemudian yang ketiga itu ada di Konawe Selatan, di Sulawesi Tenggara. Terus kemudian yang keempat itu adalah di Bulungan, eh Tanjung Selor, Tanjung Selor, di Kalimantan Utara, di Bulungan, Kalimantan Utara," terang Najib.

"Empat titik Sekolah Garuda Baru yang sekarang sedang kami bangun, siap untuk dipakai pada Juni 2026," imbuh Najib.

Selain aspek pemerataan, Sekolah Garuda juga akan menitikberatkan penguatan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

“Ini karena minat kepada STEM itu rendah, kebutuhannya sangat tinggi di dalam masyarakat kita,” ucapnya.

Sekolah Garuda nantinya menerapkan empat komponen kurikulum, yakni kurikulum nasional, penguatan karakter, STEM, serta kurikulum global atau internasional.

Program ini juga terhubung dengan skema Beasiswa Garuda, yang membuka peluang siswa melanjutkan pendidikan S1 ke kampus-kampus terbaik dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Najib juga meminta dukungan media untuk membantu penyebaran informasi PPDB agar siswa berpotensi di berbagai daerah tidak tertinggal informasi.

“Kita berharap tidak ada yang istilahnya apa, missing out kayak gitu ya, informasi ini dari anak-anak tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan seluruh siswa Sekolah Garuda akan memperoleh beasiswa penuh dari pemerintah. Setiap sekolah dirancang menampung sekitar 160 siswa.

“Peserta dari Sekolah Garuda ini akan mendapatkan beasiswa penuh ya. Jadi satu sekolah itu 160 siswa kali 4 berarti 640 siswa di empat Sekolah Garuda itu,” kata Najib.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Simak Penjelasan Muhammadiyah soal Puasa Ramadan Mulai Besok Rabu 18 Februari 2026
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Raih Dua Penghargaan di IIMS 2026 
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pikiranmu Menciptakan Surga dan Nerakamu
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
Gen Z Dominasi Kunjungan Perayaan Imlek di Blok M Hub
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harapan TPP P3K Nakes Tangerang Menunggu Lampu Hijau Pusat
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.