PIDIE JAYA, KOMPAS.TV - Kepala Desa Meunasah Raya, Meurah Dua, Pidie Jaya, Aceh, Abdul Halim Ishak mengungkapkan, masyarakat di daerah yang dipimpinnya ingin kembali ke rumah usai dua bulan lebih berada di pengungsian sejak bencana akhir November tahun lalu.
"Masyarakat kami yang sebenarnya sangat bosan sudah di tempat pengungsian, ingin sekali kembali ke rumah, tetapi karena kondisi masih tertimbun sampai sekarang masih belum bisa kembali ke rumah," ujarnya di Pidie Jaya, Selasa (17/2/2026), dipantau dari program Kompas Malam KompasTV.
Oleh karena itu, ia meminta bantuan dari pemerintah, terutama berupa alat berat untuk membantu normalisasi sungai dan desa.
"Karena kemarin kalau nggak salah, dua hari yang lalu sudah naik banjir lagi, akibat banjir di sungai langsung naik ke tempat desa kami," ungkapnya.
Baca Juga: Masyarakat Aceh Tetap Semangat Sambut Ramadan meski Masih Berada di Pengungsian
Jelang Ramadan pada pertengahan Februari tahun ini, masyarakat di daerahnya menyambut datangnya bulan Ramadan di pengungsian.
Sampai saat ini masih ada kurang lebih 500 jiwa yang mengungsi.
"Kalau masyarakat kita ini walaupun dalam keadaan seperti ini, tetapi masih sangat bersemangat untuk menyambut bulan suci Ramadan walaupun mereka di dalam tempat pengungsian," ungkapnya.
Abdul mengungkapkan, masyarakat tetap melakukan sejumlah persiapan dalam menyambut bulan Ramadan tahun ini.
"Kami sudah mempersiapkan, semacam kemarin itu setiap ada donasi-donasi, selalu kami bilang, kebutuhan untuk menjelang bulan suci Ramadan adalah kompor gas. Alhamdulillah sudah tercover untuk masyarakat kita, tetapi banyak yang kurang masih tabung gas," jelasnya.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- aceh
- pidie jaya
- meunasah raya
- pengungsian
- ramadan
- korban bencana





