Pantauan hilal IKN tandai sejarah penentuan Ramadhan 

antaranews.com
12 jam lalu
Cover Berita
Samarinda (ANTARA) - Penentuan 1 Ramadhan tahun ini mencatatkan sejarah karena untuk pertama kalinya pemantauan hilal dilakukan langsung dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara.

"Kita tidak dapat memberikan keputusan sendiri karena Indonesia itu kan luas dari Sabang sampai Merauke, jadi kita mengikuti pusat," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur Abdul Khaliq di Ibu Kota Nusantara, Rabu.

Berdasarkan hasil pantauan tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kota Balikpapan, ketinggian hilal di wilayah KIPP IKN tercatat berada pada posisi minus 1,481 derajat.

Data teknis tersebut mengindikasikan bahwa hilal belum memenuhi syarat penetapan 1 Ramadhan sesuai kriteria MABIMS yang mensyaratkan ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Abdul Khaliq menambahkan bahwa perbedaan metode antara hisab dan rukyatul hilal tidak menutup kemungkinan memunculkan perbedaan penetapan awal puasa di sebagian kalangan masyarakat.

"Harapannya hal ini tidak menjadi polemik karena yang terpenting kita tetap menjaga keutuhan mengingat momentum Ramadhan adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah," ujar Abdul Khaliq.

Sementara itu, perwakilan tim Stasiun Geofisika Kota Balikpapan Muhammad Fathan menjelaskan bahwa akurasi pengamatan sangat bergantung pada analisis ketinggian bulan, umur bulan, serta peta elongasi.

"Kalaupun langit cerah, keberadaan objek astronomis lain hingga faktor cuaca seperti awan tebal dapat mengganggu penglihatan sehingga perhitungan harus dilakukan sangat cermat," papar Fathan.

Fathan menyebutkan bahwa segala kendala visual di lapangan tersebut nantinya akan ditengahi melalui kesepakatan kriteria MABIMS dalam forum sidang isbat.

Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menyebar titik pemantauan di 96 lokasi di seluruh Indonesia guna mendapatkan data yang komprehensif dan akurat.

Berdasarkan hasil sidang Isbat, Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis (19/2).

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Basuki Hadimuljono beserta jajarannya turut hadir secara langsung untuk menyaksikan prosesi pemantauan hilal perdana di ibu kota baru tersebut.

Baca juga: Kemenag: Hilal tak penuhi kriteria MABIMS, awal Ramadhan Kamis

Baca juga: Pemantauan hilal awal Ramadhan digelar di 96 titik di Indonesia

Baca juga: Menteri Agama dijadwalkan tausiah tarawih Ramadhan di Masjid IKN


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sambut Tahun Baru Imlek 2026, Paramount Gading Serpong Hadirkan Acara dan Dekorasi Tematik
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Dugaan TPPO 13 Perempuan asal Jabar, Mengapa Penetapan Tersangka Lambat? 
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Ramadan Momentum Bangun Peradaban Unggul
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Longsor Terjang Kawasan Bukit Menoreh Kulonprogo, Belasan Rumah Rusak
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Pernah Ngefans, Anneth Delliecia Gugup Akting Bareng Aldy Maldini
• 23 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.