Ada 3 Demo di Jakarta Hari Ini, 840 Personel Gabungan Disiagakan

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah elemen massa dijadwalkan menggelar demo di tiga titik wilayah Jakarta Pusat pada hari ini, Rabu (18/2/2026).

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Basuki menyebut pihaknya menyiagakan ratusan personel kepolisian untuk bersiaga di titik demo.

"Untuk pengamanan aksi unjuk rasa hari ini, kami menyiagakan total 840 personel gabungan. Personel ini terdiri dari unsur Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta Polsek jajaran," kata Erlyn saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (18/2/2026).

Baca juga: Perbedaan Awal Ramadhan 2026 Tak Perlu Jadi Perdebatan

Personel tersebut akan disebar untuk melayani dan mengamankan kegiatan penyampaian aspirasi agar berjalan dengan kondusif.

Titik lokasi demo pertama digelar oleh kelompok mahasiswa di area Silang Selatan Monas, Gambir, Jakarta Pusat.

"Akan ada aksi dari BEM SI BSJB Rakyat Bangkit dan beberapa elemen massa lainnya. Untuk pengamanan, Tactical Wall Game (TWG) dan apel dilakukan di Pospol Merdeka Barat (Merbar)," jelas Erlyn.

Selanjutnya, titik demo kedua berada di Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Menteng, yang digelar oleh Gerakan Pembaharuan Indonesia Timur (GP-Indonesia Timur).

"Untuk titik ketiga di PT Gapura Angkasa, Kemayoran, rencana aksi dari Koalisi Mahasiswa Pemerhati Ketenagakerjaan," ujar Erlyn.

Terkait dengan adanya demo pada hari ini, Erlyn mengimbau agar seluruh peserta aksi dapat menyampaikan aspirasinya dengan tertib dan damai.

Baca juga: Ketika Percikan Las Pemasangan Reklame Buat Mal Ciputra Cibubur Kebakaran...

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Kami meminta massa aksi untuk tetap mematuhi aturan perundang-undangan dalam menyampaikan pendapat di muka umum, serta menghormati hak-hak pengguna jalan lainnya," kata Erlyn.

Mengenai rekayasa lalu lintas, Erlyn menyebutkan bahwa hal tersebut bersifat situasional, tergantung pada dinamika dan jumlah massa di lapangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wyndham Casablanca Jakarta Memperkenalkan Kamar Model Bintang 5 di Acara Pembukaan IPTI
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Charles Meikyansah Salurkan Bantuan Tunai untuk Korban Banjir Jember
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
4 Tersangka Diciduk Kasus Goreng Saham SWAT, Ini Namanya-Ada Bos Besar
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Barongsai Blusukan Meriahkan Perayaan Imlek di Kampung Pecinan Surabaya
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Menhub: Pergerakan Angkutan Lebaran 2026 berpeluang melampaui survei
• 22 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.