Ekspansi Bisnis, FOLK Bakal Akuisisi 99% Saham Traya Multi Investama

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Multi Garam Utama Tbk. (FOLK) mengumumkan rencana pengambilalihan hampir seluruh saham PT Traya Multi Investama sebagai bagian dari strategi ekspansi usaha dan penguatan posisi sebagai holding multisektor.

Dalam keterbukaan informasi yang merujuk pada POJK No. 31/POJK.04/2015 jo. POJK 45/2024, perseroan menyatakan bahwa ringkasan rencana pengambilalihan saham Traya Multi Investama telah diumumkan melalui surat kabar nasional pada 13 Februari 2026.

Direktur Utama Danny Sutradewa menyampaikan bahwa aksi korporasi tersebut merupakan langkah strategis perseroan untuk memperluas portofolio bisnis sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan.

"Bahwa pelaksanaan Rencana Transaksi ini merupakan bagian dari strategi ekspansi Perseroan sebagai perusahaan holding multisektor untuk memperluas portofolio usaha dan menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan," tulis Danny di keterbukaan informasi, Rabu (18/2/2026).

Dalam rencana transaksi itu, FOLK akan mengambil alih 99,96% atau sebanyak 2.499 saham Traya Multi Investama. Setelah transaksi efektif, perseroan akan menjadi pemegang saham pengendali baru dengan komposisi kepemilikan: FOLK sebesar 99,96% dan Danny Sutradewa sebesar 0,04%, sehingga total saham berjumlah 2.500 lembar.

Manajemen menegaskan bahwa rencana pengambilalihan tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Baca Juga

  • Perubahan Kepemilikan Saham BACA, BSML, DEWI, FOLK, INET Hingga NCKL per 13 Januari 2026
  • Gelar RUPSLB, Emiten Bong Chandra FOLK Undang Investor Strategis
  • PENGGUNAAN DANA IPO : FOLK Fokus Merger & Akuisisi

Langkah ekspansi ini menandai upaya FOLK memperkuat struktur bisnis melalui strategi akuisisi, seiring tren emiten holding yang agresif menambah lini usaha guna menjaga pertumbuhan jangka panjang.

Rancang Private Placement, Sinyal Masuk Investor Strategis

Sebelumnya, PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) juga memberi sinyal penguatan struktur permodalan melalui rencana aksi korporasi lain. Emiten media yang terafiliasi dengan Bong Chandra itu mengumumkan agenda rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar pada 12 Desember 2025.

Direktur Utama Danny Sutradewa menyampaikan RUPSLB akan membahas dua agenda utama, yakni persetujuan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement serta perubahan susunan pengurus perseroan, sebagaimana keterbukaan informasi di situs Bursa Efek Indonesia.

Langkah tersebut dinilai sebagai fase awal ekspansi baru FOLK untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus membuka peluang masuknya investor strategis, termasuk investor institusional maupun grup konglomerasi.

Pergerakan ini terjadi di tengah konsolidasi yang lebih luas dalam ekosistem bisnis Bong Chandra. Sebelumnya, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, keponakan Presiden Prabowo Subianto, resmi menjabat Komisaris Utama di PT Perintis Triniti Properti Tbk dan PT Triniti Dinamik Tbk pada 2 Desember 2025.

Sebagai bagian dari ekosistem tersebut, FOLK berperan sebagai investment holding yang mengelola berbagai lini usaha, mulai dari media, gaya hidup, teknologi, hingga proyek properti. Posisi ini membuat perseroan dipandang strategis untuk menyerap pendanaan skala besar.

Dalam skema private placement, FOLK berencana menerbitkan hingga 394,8 juta saham baru atau maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor. Dana hasil aksi korporasi itu akan digunakan untuk memperluas portofolio bisnis strategis, termasuk pengembangan unit usaha digital, media, dan proyek properti.

Aksi ini juga dinilai sebagai langkah persiapan menyambut investor besar, pola yang lazim terjadi ketika perusahaan dengan ekosistem bisnis matang bersiap naik kelas melalui dukungan modal eksternal.

FOLK sendiri melantai di bursa pada 7 Agustus 2023 dengan melepas 570 juta saham baru setara 14,44% modal ditempatkan pada harga Rp100 per saham, sehingga menghimpun dana Rp57 miliar. Penjamin pelaksana emisi efek saat IPO adalah KGI Sekuritas Indonesia dan Samuel Sekuritas Indonesia.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Tersisih Kini Tak Tergantikan: Hansamu Yama dan 3 Pemain Pinjaman yang Bangkit pada Putaran Kedua BRI Super League 2025/2026
• 16 jam lalubola.com
thumb
Sambut Ramadan 1447 H, Menag ajak Perkuat Kesalehan Sosial dan Harmoni Kebangsaan
• 57 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Pemprov Banten tetapkan jam kerja ASN 06.30–14.00 selama Ramadhan
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Mencekam! 3 Siswi SMK Diadang Kawanan Monyet Liar di Gunung Budeg Tulungagung
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Bahas Gaza di PBB, Indonesia Siap Ambil Peran Lebih Besar dalam Perdamaian Palestina
• 22 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.