Nilai Tukar Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.862 saat Dolar AS Bertenaga

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah ke posisi Rp16.862 pada hari ini, Rabu (18/2/2026). Pada saat bersamaan, greenback terpantau mengalami penguatan. 

Mengutip Bloomberg hingga pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka melemah sebesar 25 poin atau 0,15% menuju level Rp16.862 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS mengalami apresiasi sebesar 0,04% menuju posisi 97,19.

Adapun, mata uang di Asia dibuka bervariasi. Yen Jepang tercatat melemah 0,11% bersama yuan China sebesar 0,05%. Selanjutnya, won Korea dan ringgit Malaysia masing-masing menguat sebesar 0,02% dan 0,23%.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif tetapi berpotensi ditutup melemah pada rentang Rp16.790 hingga Rp16.830 per dolar AS pada hari ini. 

Direktur Traze Andalan Features Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan rupiah cenderung volatil mengikuti respons terhadap rilisnya data inflasi Amerika Serikat atau AS pada pekan depan. 

“Pada perdagangan pekan depan Rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp16.830–Rp16.860 per dolar AS,” ujarnya dikutip, Sabtu (14/2/2026). 

Baca Juga : IHSG Dibuka Menguat, Saham BUMI, PTRO, hingga BBCA Naik ke Zona Hijau

Menurutnya, secara keseluruhan, arah rupiah pekan depan akan sangat ditentukan oleh dinamika dolar AS dan ekspektasi suku bunga global. Selama belum ada kejutan besar dari eksternal, pelemahan diperkirakan masih terbatas. 

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup terkoreksi 0,25% ke level Rp16.828 per dolar AS pada Jumat (14/2/2026). Sementara itu, indeks yang mengukur kinerja dolar AS bergerak menguat 0,01% ke level 96,84. 

Ketidakpastian arah suku bunga The Fed menjadi sentimen utama pasar. Data ketenagakerjaan AS terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja masih cukup solid, sehingga memicu penguatan dolar AS dari posisi terendah mingguannya. 

Fokus investor kini tertuju pada rilis data indeks harga konsumen (CPI) AS Januari. Inflasi dan kekuatan tenaga kerja merupakan dua indikator utama yang menjadi pertimbangan The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga.  

U.S. DOLLAR / INDONESIAN RUPIAH - TradingView

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Adani Investasi US$100 Miliar untuk Bangun Pusat Data AI Terbesar
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini 18 Februari 2026 Turun Jadi Rp2,878 Juta per Gram
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Pagar Rumah JK di Kebayoran Baru Ditabrak Mobil, Sopir Diduga Ngantuk
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Mentan Usul Bantuan Diaspora Malaysia ke Aceh Jadi Uang Saja, Dasco: Repot!
• 7 jam lalukompas.com
thumb
3 Nama Pemain Naturalisasi Era STY yang Disingkirkan John Herdman untuk Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.