Puasa Dimulai Besok, Begini Cara Agar Tidak Batal karena Pusing dan Asam Lambung

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Puasa Ramadan di Indonesia akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026. Menjelang ibadah puasa, penting bagi kita untuk mempersiapkan diri dengan baik. Sebab, pada hari pertama puasa, banyak orang mengalami keluhan seperti pusing, naiknya asam lambung, hingga rasa lelah.

Lalu, persiapan apa saja yang perlu dilakukan agar puasa bisa berjalan lancar dan tubuh tetap fit sepanjang hari? Melansir laman Gulf News, Rabu 18 Februari 2026, ahli gizi klinis sekaligus kepala departemen Kesehatan Pencegahan dan Nutrisi di RAK Hospital, Ruba ElHourani menjelaskan menyarankan persiapan fisik dan nutrisi dimulai jauh sebelum Ramadan.

Baca Juga :
Israel Batasi Muslim Palestina Ibadah di Masjid Al Aqsa selama Ramadhan
Sejumlah Negara Arab, Termasuk Saudi hingga Palestina Kompak Awali Puasa Ramadhan Hari Ini

“Persiapan secara bertahap membantu tubuh menyesuaikan metabolisme, siklus hidrasi, dan pola tidur, sehingga hari-hari awal berpuasa menjadi lebih ringan,” ujarnya.

Dia juga memperingatkan agar tidak melakukan perubahan gaya hidup secara drastis begitu puasa dimulai.

“Secara perlahan sesuaikan waktu makan agar tubuh terbiasa dengan jeda yang lebih panjang antara satu waktu makan dengan lainnya. Kurangi camilan berlebihan, batasi kafein, makan malam sedikit lebih malam, dan tunda sarapan sedikit. Membiasakan tidur teratur serta menjaga hidrasi sepanjang hari juga bagian penting dari persiapan yang efektif,” tambah ElHourani.

Selain itu, penting juga mengatur pola makan selama beberapa minggu ke depan. Spesialis dan dosen penyakit dalam di Burjeel Specialty Hospital, Sharjah, Dr. Eman Farag menekankan perubahan pola makan untuk mencegah kelelahan, dehidrasi, dan asam lambung.

“Saya menyarankan menambah asupan karbohidrat kompleks seperti gandum utuh, oat, dan beras merah untuk meningkatkan cadangan energi. Prioritaskan protein dari telur, ikan, ayam, dan kacang-kacangan untuk menjaga massa otot dan rasa kenyang. Tambahkan lemak sehat seperti minyak zaitun, kacang-kacangan, dan biji-bijian agar energi lebih stabil,” jelasnya.

Dr. Farag menekankan bahwa hidrasi juga harus ditingkatkan secara bertahap, tidak menunggu Ramadan dimulai.

“Kurangi makanan yang asam atau mengiritasi seperti makanan gorengan, pedas, tomat berlebihan, jeruk, dan minuman bersoda, terutama bagi yang rentan gastritis atau refluks. Mengurangi gula juga membantu mencegah penurunan energi dan lonjakan insulin,” ujarnya.

Baca Juga :
Layvin Kurzawa Mampir ke Masjid Al Jabbar, Bobotoh Persib: Dari Cari Takjil Sampai Jadi Imam Tarawih
Profil Djed Spence, Pemain Muslim Pertama di Timnas Inggris
Alasan NU Tetap Gunakan Rukyatul Hilal untuk Tentukan Awal Ramadhan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp334.000 dari Rekor ATH Rabu (18/2)
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Awas! Pemprov DKI Ingatkan Tiket Mudik Gratis Tak Bisa Diperjualbelikan
• 21 menit laluviva.co.id
thumb
Awal Puasa 2026: Muhammadiyah Dimulai Besok, Pemerintah 19 Februari
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Risiko di Balik Pembukaan Data UBO, dari Herding Investor hingga Volatilitas Pasar
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Harmoni Miniatur Indonesia, Mengelola 70 Ribu Tenaga Kerja Multikultur Jadi Kunci Produktivitas PTPN
• 36 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.