Pantau - Presiden Prabowo Subianto menyempatkan diri menyalami dan menyapa diaspora serta mahasiswa Indonesia yang menyambut kedatangannya di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa siang waktu setempat, setibanya di hotel tempatnya bermalam.
Presiden menerima buket bunga dari seorang anak perempuan yang mengenakan pakaian tradisional Indonesia saat tiba di lokasi.
Di area lobi hingga menuju lift, puluhan diaspora dan mahasiswa Indonesia serta staf dan pejabat KBRI Washington DC beserta keluarga turut menyambut kedatangan Presiden.
Mereka menyampaikan ucapan "Selamat datang di Washington DC Bapak Presiden" saat Presiden melintas di lobi hotel.
Diaspora dan mahasiswa mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah serta atasan batik dan membawa bendera Merah Putih berukuran kecil untuk dikibarkan.
Presiden Prabowo menyalami satu per satu diaspora dan mahasiswa yang hadir sambil mengucapkan "Terima kasih ya, terima kasih" sebagai bentuk apresiasi.
Presiden kemudian menghampiri sejumlah mahasiswa dan kembali menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan.
Ia juga menyalami beberapa perwira TNI yang sedang menempuh pendidikan di Amerika Serikat.
Turut mendampingi Presiden Prabowo adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang ikut menyapa diaspora dan mahasiswa.
Beberapa diaspora dan mahasiswa juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyapa Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Presiden Prabowo tiba di Washington DC setelah pesawat Garuda Indonesia PK-GIF yang membawanya mendarat di Pangkalan Militer Joint Base Andrews, Prince George's County, Maryland, sekitar pukul 12.00 waktu setempat.
Kedatangan Presiden di Joint Base Andrews disambut oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo, Atase Pertahanan KBRI Washington DC Marsekal Pertama TNI E Wisoko Aribowo, dan Komandan Grup Pemeliharaan Pesawat VVIP/VIP Angkatan Udara AS Kolonel Gary Charland.
Dalam penerbangan dari Jakarta, Presiden didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Luar Negeri Sugiono yang telah lebih dahulu tiba di Amerika Serikat juga mendampingi Presiden dalam rangkaian lawatan resmi tersebut.
Selama berada di Amerika Serikat, Presiden dijadwalkan menghadiri tiga agenda utama yang bersifat strategis.
Agenda pertama adalah pertemuan dengan kelompok pebisnis Amerika Serikat pada Rabu 18 Februari.
Agenda kedua adalah menghadiri konferensi tingkat tinggi perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace Gaza pada Kamis 19 Februari.
Agenda ketiga adalah pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, termasuk untuk menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik atau agreement on reciprocal trade yang negosiasinya telah berlangsung sejak 2025.




