JAKARTA, KOMPAS - Kebakaran yang melanda Mal Ciputra Cibubur, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (17/2/2026) siang, diduga dipicu percikan api berasal dari pengelasan logo reklame di bagian luar gedung. Api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi Namar Naris mengatakan, sumber api diduga berasal dari pengelasan.
”Diduga dari pengelasan logo reklame. Percikan las,” ujar Namar saat dikonfirmasi, Rabu (18/2/2026).
Laporan kebakaran diterima sekitar pukul 13.41 WIB. Petugas tiba di lokasi pada pukul 13.52 dan api berhasil dipadamkan pukul 14.22.
Dua mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan kobaran sekaligus mendinginkan lokasi kebakaran. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Api hanya mengenai bagian fasad dan kanopi, tanpa merembet ke dalam bangunan utama. Luas area yang terbakar diperkirakan sekitar 8 x 6 meter.
Setelah pendinginan selesai, area mal yang basah akibat pemadaman langsung dibersihkan. Operasional mal pun kembali berjalan normal dan pengunjung dapat beraktivitas seperti biasa.
General Manager Mal Ciputra Cibubur Abis Mistio menyampaikan, api muncul di area luar gedung dan tidak menjalar ke bagian dalam bangunan.
Begitu api terdeteksi, pengelola langsung mengarahkan pengunjung menuju titik kumpul yang telah ditetapkan. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap untuk menghindari kepadatan di jalur keluar dan berlangsung sekitar satu hingga satu setengah jam hingga kondisi dinyatakan aman.
Kebakaran hanya berdampak pada bagian fasad dan kanopi, tanpa menimbulkan kerusakan pada tenant. Setelah pendinginan selesai, area di dalam mal yang sempat basah akibat pemadaman segera dibersihkan dan operasional kembali berjalan normal.
Setelah lokasi dinyatakan aman, pengunjung diperbolehkan masuk secara bertahap. Rangkaian acara perayaan Imlek yang telah dijadwalkan pun tetap berlangsung, termasuk pertunjukan barongsai, barongsai tonggak, wushu, dan liong.
Manajemen akan melakukan evaluasi internal guna mencegah kejadian serupa, terutama dalam pengawasan pekerjaan teknis di area publik.
Yulia (33), warga Bekasi, mengatakan, kepulan asap muncul saat ia tengah menunggu pertunjukan barongsai dimulai. Situasi tersebut membuatnya panik dan berlari ke luar mal untuk menyelamatkan diri.
”Saya lari sambil menggendong anak, sampai sepatu saya copot,” ujarnya.
Meski sempat panik, Yulia mengaku kembali masuk ke area mal setelah situasi dinyatakan aman dan tetap menyaksikan pertunjukan Barongsai. Ia juga mengatakan jika pengunjung tertib saat diarahkan.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5339646/original/040984400_1757074349-Screenshot_2025-09-05_190716.jpg)



