Jakarta, tvOnenews.com - Puasa Ramadan 1447 H/2026 M telah diumumkan jatuh pada Kamis (19/2/2026) melalui pemantauan hilal dan sidang isbat.
Ada hal yang harus dipersiapkan dalam menyambut bulan Ramadan seperti persiapam diri lahir dan batin.
Selain itu, ada pula amalan sunnah yang dilakukan yaitu mandi keramas menjelang Ramadan.
Dalam kajian fikih, mandi keramas jelang Ramadan dianggap sebagai bentuk mensucikan diri dan melambangkan kesiapan diri menyambut Ramadan.
Berikut adalah doa mandi keramas sebelum jelang Ramadhan:
نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى
Nawaitu adâ'al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Sahaja Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta'ala.
Tata cara mandi keramas ini sama seperti mandi wajib lainnya. Tata caranya dibagi menjadi dua.
1. Mandi Biasa
Mandi biasa adalah meratakan air ke seluruh tubuhnya, termasuk berkumur dan membersihkan hidung.
Jika seseorang menyiramkan air secara merata ke seluruh tubuhnya maka sempurnalah kesuciannya.
Mandi sunnah itu ada yang sempurna dan ada yang sekedar sah.
Adapun yang sekedar sah, maka cukup bagi seseorang melakukan yang wajib saja tanpa melakukan perkara-perkara sunah.
Cukup baginya niat bersuci, kemudian merataka air ke seluruh tubuh dengan berbagai cara, apakah di bawah shower atau berendam di sungai dan semacamnya, disertai dengan berkumur dan memasukkan air ke hidung.
2. Mandi yang Sempurna
Ini berarti mandi seperti mandinya Rasulullah SAW. Caranya adalah mandi dengan meniatkannya dan mengguyurkan air keseluruh tubuh adalah benar dan sah.
Akan tetapi telah meninggalkan beberapa sunah yang tidak berpengaruh bagi keabsahan mandi.
Mandi yang sempurna adalah dengan melakukan seperti yang dilakukan Rasulullah SAW, yaitu dengan melakukan seluruh sunah-sunah mandi.
Berikut tata cara mandi yang sempurna dan sah menurut Imam al-Ghazali dalam Bidayatul Hidayah.




