SEBANYAK 220 pemuda dari 25 negara mengasah kemampuan diplomasi mereka di ajang Asia Youth International Model United Nations Virtual Conference (AYIMUN VC) seri ke-27.
Mereka berdiskusi dan membahas berbagai isu krusial global mulai dari dampak sampah plastik, polusi udara, hingga iklim. Acara yang digelar oleh International Global Network (IGN) ini digelar pada 14-15 Februari 2026. Kegiatan tersebut menjadi wadah pengembangan kapasitas generasi muda di bidang diplomasi dan kepemimpinan global.
Simulasi sebagai DelegasiAYIMUN VC telah menjadi wadah yang melahirkan lebih dari 110.287 alumni dari 180 negara. Di sini, para delegasi tidak hanya berteori, tapi terlibat langsung dalam sesi diskusi formal di bawah empat kelompok (council) utama, yaitu :
1. United Nations Environmental Programme (UNEP) dengan topik Combating The Use of Single-use Plastic and Redusing The Size 'Seventh (Plastic) Continent.
2. World Health Organization (WHO) dengan topik Addressing The Impact of Air Pollution and Industrial Waste to Public Health.
3. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dengan topik Building Climate Resilience in the Efforts to Eradicate Poverty.
4. North Atlantic Treaty Organization (NATO) dengan topik Strategic Competition and Environmental Security in a Melting Arctic.
Baca juga : UBL Komitmen Menjadi Kampus Peduli SDGs lewat Konferensi Internasional
Para peserta ditantang untuk menyusun dokumen penyelesaian masalah yang nyata, dibimbing oleh para chair (fasilitator) berpengalaman dari berbagai negara. Chair yang terlibat yakni Clothilde Jeanne Mazurier asal Perancis, Gyuri Kim asal Korea Selatan, Pimrada Roekruchiraphat asal Thailand, Serge Nohra asal Lebanon, dan beberapa asal Indonesia seperti Nehemia Satya Kamandaka S., M. Arsyad Aufa Rafiqi, Stefanny Rizika Amina, dan Faturahman Rasyid.
Dalam pidato pembukaannya, Muhammad Fahrizal, President IGN, menekankan pentingnya kolaborasi antar-perspektif. "Sebagai delegasi, kalian akan berpikir secara strategis, bernegosiasi secara bertanggung jawab, dan berkolaborasi. Jadikan konferensi ini tempat di mana ide inovatif bertemu dan solusi praktis dipertajam," pesannya kepada para peserta, saat pembukaan AYIMUN VC, seperti dikutip dari siaran pers, Senin (16/2).
“Jadikan konferensi ini tempat dimana ide inovatif bertemu, solusi praktis dan halus, dan aksi kolektif diperkuat," lanjutnya.
Virtual Conference berikutnya direncanakan akan digelar pada 4-5 April 2026 dengan mengangkat tema “Innovating for Impact: Empowering Youth to Lead Sustainable and Inclusive Global Change”.
Adapun council dan topik yang diangkat adalah UNESCO (Junior Council) dengan topik Eliminating Racial & Gender Discrimination, lalu WHO dengan topik Battling mis-use of Prescription Drugs, UNICEF dengan topik Addressing the Impact of Armed Conflict on Children's Rights, dan DISEC (Disarmament and International Security Committee) dengan topik Preventing the Weaponization of Artificial Intelligence. (H-2)





