Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan bahwa selama bulan Ramadan, tidak akan ada tindakan sweeping atau razia terhadap rumah makan.
Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi'i, menjelaskan bahwa tindakan tersebut bukan hanya mencerminkan penghormatan kepada umat Muslim yang berpuasa, tetapi juga kepada mereka yang tidak melaksanakan ibadah puasa.
“Nggak ada, nggak ada sweeping-sweeping lah. Itulah bentuk penghormatan kita selain kita yang berpuasa, masih ada kok saudara kita yang tidak berpuasa,” ujarnya setelah Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2).
Kemenag menekankan bahwa penghormatan terhadap perbedaan harus ditunjukkan dengan sikap saling menghargai antara umat beragama. Umat Islam yang berpuasa diharapkan dapat memaklumi jika melihat orang lain yang makan siang di warung, karena tidak semua orang di Indonesia menjalankan ibadah puasa.
"Enggak mungkin gara-gara kita puasa, semuanya harus merasakan puasa. Yang tidak puasa karena keyakinan berbeda tidak bisa makan dan minum. Ini harus dipertimbangkan dalam membangun kebersamaan,” jelas Syafi'i.
Kebijakan Pemerintah untuk Menjaga KetertibanSejalan dengan pernyataan Kemenag, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menegaskan larangan terhadap tindakan sweeping di rumah makan selama bulan Ramadan. Kebijakan ini diambil untuk menjaga ketertiban umum serta menciptakan suasana ibadah yang aman dan damai bagi seluruh warga Jakarta.
"Saya sebagai gubernur bertanggung jawab untuk itu dan saya tidak mengizinkan untuk ada sweeping," kata Pramono.
Larangan sweeping ini diharapkan dapat menjaga kerukunan dan menumbuhkan rasa saling menghormati antar umat beragama.
Saat Ramadan, diharapkan semua pihak dapat berkontribusi pada suasana yang positif, sehingga tidak hanya umat Islam yang merasa nyaman dalam menjalankan ibadah puasa, tetapi juga mereka yang tidak berpuasa dapat menikmati waktu mereka dengan tenang.
"Pokoknya hal yang menimbulkan kerawanan, keributan, saya nggak izinkan. Tetapi kalau menimbulkan kenyamanan nanti saya izinkan," katanya.





