Jelang Ramadan, Mendag Akui Harga Daging Ayam di Atas HET

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengakui harga daging ayam saat ini sudah berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 40.000 per kg.

Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) per Jumat (13/2), harga rata-rata nasional daging ayam berada di angka Rp 40.259 per kg.

“Artinya memang ada yang Rp 45.000, tapi ada juga pasti di bawah Rp 40.000 (per kg). Jadi bukan berarti rata-rata nasionalnya Rp 45.000 (per kg). Tapi yang harga mahal tadi, Rp 45.000 (per kg),” kata Budi di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta Pusat, Rabu (18/2).

Budi mengaku akan terus mengecek terus penyebab harga daging ayam tinggi, dia memproyeksikan penyebabnya adalah peningkatan permintaan yang tidak diiringi dengan naiknya jumlah pasokan.

“Kita pastikan jangan sampai mahal. Semua kita usahakan sesuai harga acuan atau harga eceran tertinggi,” tuturnya.

Bantah Permintaan MBG Bikin Harga Daging Ayam Naik

Meski harga daging ayam naik, Budi membantah anggapan bahwa meningkatnya permintaan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jadi penyebab kenaikan harga daging ayam di pasar. Dia menegaskan, justru adanya kepastian permintaan membuat harga lebih stabil.

“Jadi kan gini ya, ini justru saya sudah diskusi dengan teman-teman. Kalau dulu harga naik turun karena permintaannya naik turun. Permintaan naik turun, harga menjadi naik turun. Justru sekarang ketika permintaan itu grafiknya begini, ada kepastian, justru produksi itu ngikutin, linear gitu, ngikutin permintaan. Sehingga harga malah cenderung stabil,” ujar Budi.

Menurut dia, pola permintaan yang lebih terukur membuat produsen dapat menyesuaikan kapasitas produksi secara lebih terencana. Dengan demikian, fluktuasi harga yang sebelumnya kerap terjadi akibat ketidakpastian pasar dapat ditekan.

Budi menambahkan, pemerintah telah berdiskusi dengan pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk memastikan kesiapan produksi dalam memenuhi kebutuhan program tersebut. Selain itu, permintaan yang meningkat membuat produksi ayam juga ikut terkerek.

“Ini justru bagus pak karena kami produksinya terus meningkat dan, pasti karena permintaan menjadi pasti kalau dulu permintaan naik turun kan tergantung pasar ya gitu,” jelasnya.

Selain ayam, harga MinyaKita juga di atas HET Rp 15.700 per liter yaitu Rp 16.020 per liter, meski begitu dia menyebutkan angka ini telah turun dari sebelumnya Rp 16.800 per liter.

“Kemudian telur ayam naik sedikit Rp 30.750 (per kg) itu harga rata-rata nasional, harga acuan seharusnya Rp 30.000 (per kg),” tuturnya.

Sementara harga daging sapi di bawah harga acuan Rp 140.000 per kg, sebab saat ini Rp 143.618 per kg.”Berarti masih di bawah harga acuan kemudian bawang putih bawang putih itu harga rata-rata nasional Rp 36.875 (per kg) harga eceran tertinggi Rp 38.000 (per kg),” terangnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Khidmat Hari Imlek di Sejumlah Daerah, Hingga Transisi Menuju Ramadan di Jakarta
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Maling Pakai Lanyard di Hotel Mewah Jakarta Survei Kegiatan Sebelum Beraksi
• 9 jam laludetik.com
thumb
Diam-Diam Sudah Menikah, Nicole Parham Tiba-Tiba Umumkan Kehamilan
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Gaya Prabowo Hadapi Konglomerat Berbeda dengan Jokowi: Tertutup, Berbasis Data Satgas
• 55 menit lalusuara.com
thumb
Gempa M 5 Terjadi di Bolsel Sulut
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.