Jepang Investasi USD 36 Miliar di Sektor Migas AS, Digarap Softbank-Hitachi

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan Jepang Ryosei Akazawa mengungkap detail kesepakatan investasi senilai USD 36 miliar di sektor migas AS. Akazawa mengatakan, sejumlah perusahaan Jepang seperti Softbank Group, Toshiba Corp., dan Hitachi Ltd. telah mengungkapkan ketertarikannya berpartisipasi dalam proyek migas yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.

Perusahaan lain juga menyatakan tertarik berinvestasi dan menggarap dua proyek lainnya. Mitsui OSK Lines Ltd., Nippon Steel Corp., Modec Inc., dan JFE Holdings Inc. tertarik menyediakan suplai untuk proyek fasilitas ekspor minyak mentah. Sementara Asahi Diamond Industrial Co. dan Noritake Co. tertarik membeli fasilitas manufaktur berlian industri sintetis.

Ini merupakan tahap pertama dari investasi Jepang ke AS dengan nilai komitmen USD 550 miliar. Jepang menyepakati komitmen investasi ini untuk menghindari tarif dagang yang lebih tinggi.

Dikutip dari Bloomberg, Rabu (18/2), lembar fakta dari Kementerian Perdagangan AS mencantumkan SB Energy (anak perusahaan SoftBank Group Corp) sebagai operator yang diusulkan untuk proyek yang disebut sebagai proyek pembangkit listrik tenaga alam terbesar di dunia.

Perusahaan Jepang termasuk di antara investor asing terbesar di proyek pembangkit listrik dan pengembangan gas, karena perusahaan utilitas berupaya berekspansi di luar pasar dalam negeri.

Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pemerintah kedua negara akan berkoordinasi lebih lanjut terkait detail proyek tersebut.

"Kami meyakini ini sepenuhnya selaras dengan tujuan inti dari inisiatif ini, yaitu mempromosikan manfaat bersama antara Jepang dan AS, memastikan keamanan ekonomi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Takaichi dalam unggahannya di X.

Detail Investasi Jepang di AS

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan investasi Jepang yang paling signifikan adalah fasilitas gas alam di Ohio, yang diperkirakan akan menghasilkan 9,2 gigawatt listrik. Jika pembangkit listrik itu beroperasi dalam kapasitas penuh, maka kapasitasnya akan setara dengan 9 reaktor nuklir atau kira-kira jumlah daya yang digunakan oleh sekitar 7,4 juta rumah di jaringan listrik terbesar AS yang dioperasikan oleh PJM Interconnection LLC.

Proyek kedua adalah fasilitas ekspor minyak mentah lepas di Teluk Meksiko. Investasi senilai USD 2,1 miliar ke terminal ekspor Texas Gulflink akan dioperasikan oleh Sentinel Midstream dan diperkirakan akan menghasilkan ekspor minyak mentah tahunan AS hingga USD 30 miliar ketika beroperasi dengan kapasitas penuh.

Jepang juga disebut akan berinvestasi dalam fasilitas manufaktur berlian industri sintetis, yang menurut Trump akan berlokasi di Georgia. Lutnick mengatakan, berlian merupakan input penting untuk produksi industri dan teknologi canggih. Proyek ini akan menerima investasi senilai USD 600 juta dan melibatkan Element Six, anak perusahaan De Beers.

"Kedua pemerintah akan bekerja sama untuk menyempurnakan detail dan memastikan dimulainya proyek-proyek ini dengan cepat," kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara dalam konferensi pers.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seni Bersikap Bodo Amat pada Privasi: Jerat Hukum Upload Dokumen ke AI
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
BRAK! Pagar Rumah Jusuf Kalla di Jaksel Ditabrak Pengemudi Mobil Gegara Ngantuk
• 6 jam laludisway.id
thumb
Mendikdasmen: Kegiatan Belajar Pascabencana Sumatera Capai 100 Persen, Meski Tak Ideal
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Hutama Karya Tunjuk Deny Abdi Jadi Komut
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
SEAblings Ngumpul di Grup A Piala Asia Wanita U-17, Filipina vs Korsel di Grup C
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.