Sinergi Bea Cukai-Polri Bongkar Lab Sabu Jaringan Iran di Sunter, 13 Kg Barang Bukti Disita

matamata.com
2 jam lalu
Cover Berita

Matamata.com - Tim gabungan Bea Cukai bersama Bareskrim Polri berhasil menggerebek sebuah laboratorium produksi metamfetamin atau sabu di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Dalam operasi tersebut, petugas menyita total 13 kilogram sabu dan mengamankan dua warga negara asing (WNA) asal Iran.

Direktur Interdiksi Narkotika Bea Cukai, R. Syarif Hidayat, menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan informasi selama tiga hari, terhitung sejak Jumat (13/2) hingga Minggu (15/2). Operasi dilakukan di beberapa titik, mulai dari apartemen di Pluit dan Sunter, hingga sebuah rumah makan di Jakarta Timur.

"Kasus ini bermula dari kecurigaan petugas saat memeriksa paket kiriman pos asal Iran menggunakan mesin x-ray di Kantor Pos Pasar Baru, Kamis (12/2)," ujar Syarif dalam keterangan resminya, Rabu (18/2).

Petugas menemukan kristal biru seberat 11,56 kilogram yang disembunyikan di dalam dinding kemasan peti kulit. Setelah diuji di laboratorium, kristal tersebut positif narkotika golongan I jenis sabu. Temuan ini kemudian ditindaklanjuti dengan teknik controlled delivery bersama Subdit V Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Kronologi Penangkapan Pada Jumat (13/2), aparat bergerak ke sebuah apartemen di kawasan Pluit dan menangkap tersangka berinisial KKF, warga negara Iran yang berperan sebagai penerima paket. Pengembangan berlanjut pada Sabtu (14/2) dengan penangkapan tersangka SB, juga WNA Iran, yang diduga kuat sebagai peracik sabu.

Di hari yang sama, tim menggerebek sebuah unit apartemen di Sunter yang difungsikan sebagai laboratorium produksi. Di sana, petugas menemukan tambahan sabu seberat 1.683 gram beserta peralatan produksi lengkap, mulai dari kompor portabel, alat penggiling serbuk, cairan kimia, hingga limbah sisa pengolahan.

"Temuan ini menegaskan bahwa jaringan tersebut tidak hanya berperan sebagai penerima barang, tetapi juga memproduksi ulang narkotika di dalam negeri," tegas Syarif.

Perlindungan Masyarakat Syarif menekankan bahwa pembongkaran lab di kawasan hunian padat sangat krusial untuk mencegah risiko kesehatan akibat paparan kimia beracun dan bahaya kebakaran. Selain itu, penggagalan peredaran 13 kg sabu ini diklaim menyelamatkan ribuan generasi muda dari kerusakan mental dan sosial.

Saat ini, kedua tersangka dan seluruh barang bukti tengah menjalani pemeriksaan intensif. Aparat masih melakukan pendalaman untuk memetakan jaringan internasional lain yang terlibat dalam sindikat ini. (Antara)

Baca Juga
  • Mahasiswa Indonesia di AS Puji Kinerja Presiden Prabowo di Kancah Global

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Link Live Streaming Sidang Isbat Puasa 2026 Penetapan Awal Ramadhan 1447 H, Cek di Sini!
• 22 jam laludisway.id
thumb
KM Intim Teratai Karam di Perairan Makian, 246 Penumpang Selamat
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rindu Bekerja Lembur, Perajin Berharap Gentengnisasi Prabowo Segera Berdampak
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Tanpa Audi Marissa, Anthony Xie Boyong Anak Mudik ke Taiwan di Momen Imlek
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Tak Perlu ke Luar Negeri, AF Clinic Layanan Gangguan Irama Jantung Ada di Jakarta, Intip Yuk Moms!
• 22 jam laluherstory.co.id
Berhasil disimpan.