Didukung Danantara, Perminas Kerja Sama Hilirisasi Rare Earth Gabon-Indonesia

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) (Perminas) dan New Energy Metals Holdings Ltd (NEM), dengan dukungan Danantara Indonesia mengumumkan kerja sama untuk memperkuat integrasi hulu–hilir serta membangun rantai pasok rare earth yang tangguh dan berdaya saing global yang mencakup pengembangan sumber daya, pemrosesan, dan manufaktur lanjutan.

Adapun penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Perminas dan NEM ini menetapkan kerangka kerja untuk mengevaluasi potensi kolaborasi strategis terkait sumber daya niobium dan rare earth elements (REE) Maboumine di Republik Gabon dan potensi inisiatif rantai nilai hilir rare earth di Republik Indonesia.

Sebagai platform investasi strategis nasional Indonesia, Danantara berperan memastikan kerja sama ini selaras dengan agenda hilirisasi, penguatan rantai pasok mineral kritis, serta pengembangan kapabilitas pemrosesan dan manufaktur lanjutan melalui potensi pembiayaan dan partisipasi investasi strategis bersama Perminas, guna mendorong integrasi hulu–hilir yang berdaya saing global.

“Fase berikutnya pertumbuhan industri Indonesia membutuhkan akses yang tangguh terhadap input strategis serta kemampuan untuk mengonversi input tersebut menjadi produk hilir yang berdaya saing global. Kerangka kerja sama ini selaras dengan ambisi tersebut dan mendukung pengembangan rantai nilai mineral kritis strategis yang berorientasi masa depan,” kata Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani dalam keterangan tertulis, Rabu, 18 Februari 2026.

Kepala Badan Industri Mineral (BIM) Brian Yuliarto menambahkan, kerja sama ini menandai fase baru dalam keterlibatan Indonesia di industri mineral kritis, termasuk rare earth elements. Menurut dia, kolaborasi dengan NEM mencerminkan meningkatnya kapasitas industri Indonesia serta kepercayaan mitra internasional terhadap potensi mineral kritis Indonesia.

“Melalui kemitraan ini, Indonesia bertujuan mendorong pengembangan industri dalam negeri sekaligus memperkuat partisipasinya dalam pasar mineral kritis global,” ujar dia.

Baca Juga :

Dorong Ekonomi Tumbuh 8%, Danantara Bakal Investasi ke Sektor Strategis
 


(Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Perminas dan NEM. Foto: Dok istimewa)

MoU ini menetapkan kerangka kerja bagi para pihak untuk mengevaluasi keterkaitan hulu–hilir, termasuk potensi Indonesia berperan sebagai platform pemrosesan hilir, manufaktur, dan integrasi industri, sejalan dengan mandat Perminas, prioritas industri nasional, serta ketentuan regulasi yang berlaku.

President Director (CEO) Perminas Gilarsi Wahju Setijono mengatakan, Perminas mendorong pencapaian tujuan strategis Indonesia di sektor mineral kritis dan industrialisasi hilir. MoU ini menciptakan jalur yang terstruktur untuk menilai peluang yang menghubungkan potensi sumber daya hulu dengan penciptaan nilai hilir, selaras dengan tata kelola yang kuat dan prioritas nasional jangka panjang. Membangun ketahanan rantai pasok rare earth yang kritis Material kritis seperti niobium (Nb) dan rare earth elements termasuk neodymium (Nd) dan praseodymium (Pr), yang merupakan input utama untuk magnet permanen berkinerja tinggi, serta heavy rare earth elements seperti dysprosium dan terbium yang meningkatkan performa magnet pada suhu tinggi, semakin esensial bagi industri modern dan ketahanan nasional.

Material-material ini menjadi komponen kunci bagi kendaraan listrik (EV) dan elektrifikasi yang lebih luas, energi terbarukan (termasuk turbin angin dan infrastruktur jaringan listrik), aplikasi kedirgantaraan dan pertahanan tingkat lanjut, serta berbagai penggunaan industri bernilai tinggi yang bergantung pada akses yang aman terhadap input kritis.

MoU ini membentuk Joint Working Group dengan mandat untuk menjalankan program kerja sama yang terstruktur dan dipercepat, termasuk pertukaran informasi secara segera, lokakarya teknis bersama, serta asesmen komersial yang terkoordinasi. 

Para pihak akan mengembangkan jalur pengembangan hulu dan hilir di sepanjang rantai nilai rare earth, termasuk pemisahan, pemurnian, produksi logam/paduan, dan manufaktur magnet permanen, dengan tujuan bersama menciptakan rantai pasok yang terintegrasi dan kompetitif dari sumber daya hingga produk magnet jadi.

Seiring dengan jalur kerja teknis tersebut, para pihak akan memulai negosiasi jalur cepat terkait potensi pembiayaan dan investasi strategis, termasuk partisipasi ekuitas dan/atau utang oleh Perminas dan/atau Danantara Indonesia di tambang Maboumine dan entitas proyek terkait, untuk menangkap manfaat penuh dari integrasi vertikal.

“Kami mengapresiasi visi nasional Indonesia dalam memajukan rantai nilai mineral kritis dan rare earth strategis, sebuah agenda yang semakin penting bagi transisi energi global, kepemimpinan teknologi, dan ketahanan pasokan,” kata President New Energy Metals Holdings Ltd, Abduljabbar Alsayegh.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bakauheni Diprediksi Diserbu 2,94 Juta Pemudik, 10 Buffer Zone Disiapkan
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Masalah Pencernaan saat Puasa Ramadan? Ini Strategi Mengatasinya
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Beri Pesan Ramadan, Dedi Mulyadi Soroti Ulah Truk Tambang Parungpanjang
• 21 menit lalubisnis.com
thumb
Maling Pakai Lanyard di Hotel Mewah Jakarta Spesialis Nyamar Orang Kantoran
• 7 jam laludetik.com
thumb
Mengikuti Jejak Bursa AS, IHSG Melonjak di Awal Perdagangan
• 9 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.