Jakarta, VIVA – Menteri Perdagangan, Budi Santoso memastikan, meskipun ada laporan bahwa harga ayam sempat menembus Rp 45 ribu per kilogram (kg) di sejumlah pasar, namun secara rata-rata nasional harganya masih dalam kondisi terkendali jelang Ramadhan.
Sebab data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) per 13 Februari 2026 menunjukkan, harga daging ayam ras tercatat masih sebesar Rp 40.259 per kg.
"Artinya memang ada yang Rp 45 ribu, tapi ada juga pasti di bawah Rp 40 ribu. Jadi bukan berarti rata-rata nasionalnya Rp 45 ribu. Tapi yang harga mahal tadi tetap kita cek," kata Budi di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.
- VIVA / Andrew Tito (Jakarta)
Menurutnya, pemerintah akan menelusuri pasar-pasar yang mencatat harga tinggi untuk memastikan penyebabnya, apakah karena distribusi yang terganggu atau lonjakan permintaan lokal.
Pemerintah menargetkan harga tetap berada di kisaran harga acuan pembelian (HAP) dan harga eceran tertinggi (HET).
Berdasarkan hasil koordinasi dengan pelaku usaha, kata Budi, pasokan ayam dalam kondisi cukup dan tidak ada gangguan produksi, termasuk terkait harga pakan.
Budi mengatakan kenaikan harga yang terjadi lebih disebabkan peningkatan permintaan menjelang hari besar keagamaan.
"Biasanya kan memang kalau mendekati Lebaran, permintaan menjadi meningkat. Tapi kita minta diantisipasi. Meskipun Lebaran atau Nataru (Natal dan Tahun Baru), pasokan harus terjaga. Jadi ketika permintaan melonjak, ya tetap harus harga stabil," kata Budi.
Kemendag, Bapanas, Kementan, pemerintah daerah, Polri, serta Satuan Tugas (Satgas) Pangan, dipastikan juga terus melakukan pemantauan harga baik secara langsung di pasar maupun melalui sistem SP2KP.
Selain ayam, harga telur ayam ras tercatat rata-rata nasional Rp 30.570 per kg. Mendag menyebut, di sejumlah daerah harganya bahkan lebih rendah, seperti di Sukoharjo Rp 28 ribu dan Palembang Rp 29 ribu per kg.
Pemerintah optimistis stabilitas harga dan kecukupan pasokan dapat terjaga selama Ramadan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa lonjakan harga kebutuhan pokok.





