Emiten Prajogo (TPIA) Mulai Tawarkan Obligasi Rp2,25 Triliun, Dana Buat Modal Kerja

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Emiten konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memulai penawaran Obligasi Berkelanjutan V Chandra Asri Pacific Tahap II Tahun 2026 sebesar Rp2,25 triliun. Ini menjadi bagian Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan V Chandra Asri Pacific dengan target dana Rp6 triliun. 

Obligasi ini terdiri dari tiga seri, yaitu Seri A sebesar Rp635,39 miliar dengan tingkat bunga tetap 6,50% per tahun, berjangka waktu 3 tahun sejak tanggal emisi. Seri B Rp885,38 miliar dengan bunga 7,00%, berjangka waktu 5 tahun. Seri C sebesar Rp729,22 miliar dengan tingkat bunga tetap 7,50% per tahun, berjangka waktu 7 tahun.

"Bunga obligasi dibayarkan setiap 3 bulan. Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada 25 Mei 2026, sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir akan dilakukan pada tanggal pelunasan pokok obligasi masing-masing seri obligasi yaitu pada tanggal 25 Februari 2029 untuk Seri A, tanggal 25 Februari 2031 untuk Seri B, dan tanggal 25 Februari 2033 untuk Seri C," ujar manajemen. 

Baca Juga: Chandra Asri (TPIA) Bakal Buyback Rp2 Triliun, Bidik 250 Juta Saham

Perseroan telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh Pefindo. Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat hutang jangka panjang, Pefindo menetapkan pemeringkatan atas Obligasi Perseroan adalah idAA- (Double A Minus). Peringkat tersebut berlaku untuk periode 30 September 2025 sampai dengan 1 September 2026.

"Dana bersih yang diperoleh Perseroan dari hasil obligasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan seluruhnya untuk keperluan modal kerja termasuk di antaranya pembelian bahan baku produksi untuk kegiatan usaha yang pelaksanaannya akan digunakan oleh Perseroan," kata manajemen. 

Baca Juga: Indomobil Finance (IMFI) Terbitkan Obligasi Rp2,5 Triliun, Kupon hingga 6,20%

Berikut jadwal penawaran umum obligasi TPIA! 

  • Masa Penawaran Umum: 18 - 20 Februari 2026 
  • Tanggal Penjatahan: 23 Februari 2026 
  • Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan: 25 Februari 2026 
  • Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik (Tanggal Emisi): 25 Februari 2026 
  • Tanggal Pencatatan di PT Bursa Efek Indonesia: 26 Februari 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ragunan Diprediksi Bakal Dipadati 20 Ribu Pengunjung Saat Libur Imlek 2026
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Kepala BNN: Penyalahgunaan Narkotika di Indonesia Mencapai 4,9 Juta Orang
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Sedang Berlangsung, Link Live Streaming Sidang Isbat Awal Puasa Ramadan 2026 yang Disiarkan Ditjen Bimas
• 22 jam laludisway.id
thumb
Awal Puasa Ramadhan Berbeda, Yenny Wahid: Sesuai Keyakinan Masing-Masing!
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Kombinasi Suplemen yang Lebih Efektif Jika Dikonsumsi Bersama
• 6 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.