Kepala BNN: Penyalahgunaan Narkotika di Indonesia Mencapai 4,9 Juta Orang

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol Suyudi Aril Seto, mengungkapkan data prevalensi penyalahgunaan narkotika pada 2025 mencapai 2,11% dari total populasi masyarakat Indonesia. Persentase ini setara dengan 4,9 juta masyarakat Indonesia yang menggunakan narkotika.

"Berdasarkan hasil survei komprehensif BNN, BRIN, dan BPS, diketahui bahwa angka prevalensi penyalahgunaan narkotika tahun 2025 tercatat mencapai 2,11% dari jumlah penduduk Indonesia hampir 270 juta lebih, berarti ada di angka sekitar 4,9 juta masyarakat kita terpapar narkotika," ungkap Suyudi.

Menurutnya, paparan narkotika ini terjadi pada masyarakat yang berusia produktif. "Tentunya bukan angka yang sedikit, apalagi terpapar kepada generasi muda kita, usia produktif 15 sampai 64 tahun ya. Tentunya ini menjadi PR besar buat kita semua," kata Suyudi.

Suyudi melihat tingginya penyalahgunaan narkotika di Indonesia turut dipengaruhi oleh keberadaan rokok elektrik atau vape. Menurutnya vape telah menjadi media baru penggunaan narkotika khususnya yang berjenis zat psikoaktif baru (NPS).

"Kami menemukan fakta tak terbantahkan bahwa vape telah menjadi sarana efektif atau media baru untuk mengonsumsi narkoba dan zat psikoaktif baru atau NPS," tutur Suyudi.

Menurut Suyudi, para pengguna narkotika kini berkamuflase melalui pemakaian vape. Di dalam vape, kata Suyudi, justru terdapat narkotika yang dikonsumsi.

"Mereka bisa gunain di mana saja. Apalagi wangi kan, jadi enggak ketahuan, ternyata isinya narkotika," tutur Suyudi.

Namun pada dasarnya, Suyudi menyebut bahwa penggunaan vape sendiri sudah berbahaya. Sebab zat-zat yang berada di dalam cairan vape dapat mengancam kesehatan paru-paru.

"Dari perspektif substansi kimia, cairan vape atau liquid adalah koktail kimia. Mengandung nikotin, propilen, glikol, gliserin, nabati, serta zat pemberi rasa seperti diasetil, asetilpropionil, dan benzaldehida yang berisiko tinggi bagi kesehatan paru-paru," ungkap Suyudi.

Suyudi menyebutkan tren penggunaan rokok elektrik atau vape mengalami lonjakan hingga 10 kali lipat berdasarkan data 2021.

"Berdasarkan survei Global Adult Tobacco Survey (GATS) tahun 2021 yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan WHO, bahwa telah terjadi lonjakan prevalensi pengguna rokok elektrik di Indonesia hingga 10 kali lipat," tutur Suyudi.

Menurutnya terdapat prevalensi yang meningkat secara melesat dari data 2011 hingga ke 2021 dalam penggunaan rokok elektrik atau vape.

"Jika pada tahun 2011 prevalensi hanya 0,3%, maka pada tahun 2021 angka tersebut melesat menjadi 3%," ucap Suyudi.

Suyudi mengungkapkan bahwa terdapat 6,6 juta pengguna vape secara global di atas usia 15 tahun. Selain itu, menurutnya terdapat peningkatan prevalensi penggunaan vape pada remaja.

"Dalam kuantitas nyata, ini berarti terdapat sekitar 6,6 juta orang penduduk usia 15 tahun ke atas yang mengonsumsi rokok elektrik atau vape. Kondisi ini diperparah dengan data Riset Kesehatan Dasar yang menunjukkan peningkatan prevalensi pada kelompok remaja usia 15-19 tahun," ucap Suyudi.

Lebih lanjut, Suyudi menyinggung soal peringatan WHO pada 2024 bahwa penggunaan vape telah menjadi pandemi perilaku yang mengancam kesehatan global.

"Bahkan World Health Organization atau WHO pada tahun 2024 telah mengeluarkan peringatan keras, bahwa fenomena ini telah menjadi pandemi perilaku yang mengancam kesehatan masyarakat dunia secara global," ucap Suyudi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lampung Jadi Gerbang Ekonomi Sumatra Saat Lebaran, Gini Kata Menhub Dudy!
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
UNDP Sebut Pembersihan Reruntuhan Gaza Bisa Memakan Waktu Tujuh Tahun
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Hari Ini Episode Terakhir Cinta Sepenuh Jiwa, Sinetron Perdana Cut Syifa Selepas dari SCTV
• 3 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Mendag Buka Suara Soal Harga Pangan Jelang Ramadan, Minyakita Masih di Atas HET
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Harga pangan di Jakarta diprediksi mulai turun pekan ke-3 Ramadhan 
• 3 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.