Tim Labmino UI Jadi Samsung SFT Global Ambassador, Pertama dari Indonesia

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Inovasi anak muda Indonesia mendapatkan tempat di panggung global. Tim Labmino dari Universitas Indonesia terpilih sebagai salah satu Samsung Solve for Tomorrow (SFT) Global Ambassador oleh Samsung Electronics Indonesia.

Pencapaian ini menjadi tonggak penting, karena untuk pertama kalinya Indonesia lolos sebagai SFT Global Ambassador dan menjadi satu dari dua negara di kawasan South East Asia and Oceania (SEAO) yang meraih posisi tersebut.

Pengakuan ini tak datang begitu saja. Di baliknya, ada perjalanan panjang yang berangkat dari persoalan nyata di masyarakat, lalu diterjemahkan menjadi solusi berbasis teknologi yang inklusif dan berkelanjutan.

Tim Labmino digawangi oleh empat sekawan yang kini tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Indonesia. Mereka adalah Anthony Edbert Feriyanto, Kaindra Rizq Sachio, Muhammad Fazil, dan Ariq Maulana Malik Ibrahim. Keempatnya sukses mengembangkan RunSight, solusi wearable berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dirancang untuk membantu penyandang disabilitas visual berlari secara mandiri dan aman.

RunSight lahir dari kisah nyata teman dekat mereka yang kehilangan penglihatan tetapi tetap ingin berolahraga seperti orang lain. Minimnya alat bantu olahraga berbasis AI adaptif mendorong tim ini menciptakan solusi inklusif untuk pelari dengan gangguan penglihatan agar tetap terasa aman, percaya diri, dan kebebasan bergerak.

“RunSight lahir dari percakapan sederhana dengan seorang teman yang kehilangan penglihatan tetapi ingin terus berlari. Kami percaya teknologi seharusnya tidak hanya mempermudah hidup, tetapi juga membuat ruang yang lebih inklusif bagi semua orang," kata Kaindra Rizq Sachio, perwakilan tim Labmino.

Lewat inovasi ini, mereka ingin menunjukkan teknologi tidak melulu soal kecanggihan semata. Teknologi juga mampu memperluas akses dan menghadirkan kesempatan yang lebih setara, termasuk di dunia olahraga yang belum sepenuhnya inklusif.

Samsung Solve for Tomorrow bukan sekadar kompetisi bagi tim Labmino. Program ini menjadi learning journey pembentukan kepemimpinan generasi muda Indonesia di tingkat global, mendorong anak muda untuk menghubungkan empati, teknologi, dan dampak sosial dalam satu solusi nyata.

Peserta harus melalui proses panjang, termasuk mengasah ide, memvalidasi kebutuhan, menyempurnakan solusi, hingga membuktikan bahwa inovasi mereka relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat. Mereka juga dihadapkan pada tantangan teknis yang tak sederhana, menciptakan perangkat yang nyaman digunakan saat berlari, tetap akurat, sekaligus low cost dan hemat energi.

Untuk itu, tim mengoptimalkan penggunaan AI yang kompleks agar tetap ringan dan efisien, tanpa mengorbankan performa maupun keamanan pengguna. Tantangan tersebut menjadi bagian dari proses refleksi dan kolaborasi yang membentuk pola pikir mereka sebagai inovator.

Menurutnya, pencapaian ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak anak muda Indonesia untuk berani bermimpi lebih besar dan berinovasi dengan empati.

Keberhasilan Tim Labmino juga mendapat perhatian pemerintah. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menilai inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi fondasi penting dalam transformasi bangsa.

“Kami bangga melihat Tim Labmino mampu berdiri sejajar dan berkontribusi di forum global. Inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi seperti ini menunjukkan potensi besar generasi muda Indonesia dalam menjawab tantangan nyata menuju Indonesia Emas 2045. Kami juga mengapresiasi inisiatif Samsung melalui Solve for Tomorrow yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pendidikan dan ekosistem inovasi,” ujarnya.

Dari sisi industri, Samsung melihat pencapaian ini sebagai bukti bahwa AI yang bermakna adalah AI yang memberdayakan manusia.

“Kami sangat bangga atas terpilihnya Tim Labmino sebagai SFT Global Ambassador. Ini adalah pencapaian yang sangat membanggakan bagi kami dan bagi Indonesia. Perjalanan Tim Labmino menjadi contoh bagaimana empati dan teknologi dapat bersatu untuk menciptakan inovasi berdampak di tingkat global,” kata Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia.

Bagi Samsung, program Solve for Tomorrow bukan sekadar ajang kompetisi teknologi, melainkan ruang pembentukan pola pikir kritis, kepemimpinan, dan keberanian generasi muda dalam menjawab tantangan sosial melalui inovasi.

Pencapaian Tim Labmino menegaskan bahwa inovasi bisa lahir dari kepedulian terhadap sekitar, dan dapat dimulai dari siapa saja. Dari ide sederhana yang dilandasi empati, RunSight tumbuh menjadi solusi teknologi yang kini diakui secara global.

Melalui langkah Tim Labmino sebagai SFT Global Ambassador, Indonesia mengirimkan pesan bahwa inovasi dengan tujuan (purpose-driven innovation) dapat lahir dari dalam negeri dan memberi dampak lebih luas secara global. Samsung pun menyatakan komitmennya untuk terus mendukung generasi muda Indonesia agar berani bermimpi lebih besar, berkolaborasi lintas batas, dan memimpin masa depan melalui teknologi yang bermakna.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Vonis 2 Tahun Penjara Sudah Inkrah, Mengapa Mira Hayati Belum Dieksekusi? Praktisi Hukum: Jaksa Harus Transparan!
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Harta Kekayaan AKBP Didik yang Titip Narkoba Sekoper di Rumah Polwan
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Pemprov Banten Tetapkan Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026 Dimulai Pukul 06.30 WIB
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Menkes: Butuh Rp529,3 M Perbaiki Ribuan Faskes Terdampak Bencana di Sumatra
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Transformasi Red Sparks: Dari Finalis Penantang Juara V-League hingga Terpuruk di Musim 2025/2026
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.