Penulis: Jaya Wirnata
TVRINews-Cilegon
Strategi antisipasi lonjakan penumpang Jawa-Sumatera melalui pemisahan jenis kendaraan di empat titik pelabuhan .
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan resmi menetapkan skema operasional empat pelabuhan di Provinsi Banten guna mengantisipasi kepadatan arus mudik Lebaran 2026.
Langkah strategis ini diambil untuk mengurai penumpukan kendaraan yang kerap terjadi di jalur penyeberangan utama menuju Pulau Sumatera.
Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa Provinsi Banten tetap menjadi titik krusial dalam logistik dan mobilitas nasional selama periode Idul Fitri.
Menurutnya, distribusi beban kendaraan ke beberapa titik dermaga menjadi kunci utama kelancaran arus tahun ini.
"Untuk mengantisipasi lonjakan, kami menyiapkan Pelabuhan Ciwandan, Krakatau Bandar Samudera (KBS), Pelabuhan Merak, dan Pelabuhan BBJ Bojonegara," ujar Dudy dalam keterangannya terkait kesiapan infrastruktur mudik.
Pembagian Peran Dermaga
Dalam kebijakan kali ini, pemerintah menerapkan sistem zonasi kendaraan berdasarkan jenis dan bobot guna memastikan efisiensi bongkar muat:
• Pelabuhan Merak : Difokuskan khusus untuk melayani kendaraan pribadi dan bus penumpang.
• Pelabuhan Ciwandan : Dialokasikan bagi pemudik roda dua serta angkutan logistik berukuran kecil.
• Pelabuhan KBS (Krakatau Bandar Samudera): Bertindak sebagai jalur alternatif strategis menuju Pelabuhan Panjang, Lampung.
• Pelabuhan BBJ Bojonegara: Dikhususkan bagi truk bertonase besar guna memisahkan arus logistik berat dari jalur utama pemudik.
Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa pembagian ini bertujuan agar setiap moda transportasi mendapatkan layanan yang lebih cepat dan tertata.
"Estimasi kami, Ciwandan untuk kendaraan roda dua dan angkutan kecil, KBS sebagai alternatif ke Panjang, Merak hanya untuk kendaraan pribadi dan bus, sementara BBJ Bojonegara khusus untuk truk bertonase besar," tambah Menhub.
Fokus Keselamatan dan Kenyamanan
Optimalisasi empat gerbang laut ini diharapkan tidak hanya mengurangi durasi antrean di gerbang tol menuju pelabuhan, tetapi juga meningkatkan standar keselamatan pelayaran.
Dengan beban yang terbagi rata, otoritas pelabuhan dapat melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap manifest dan kapasitas kapal.
Pemerintah memprediksi arus mudik 2026 akan mengalami kenaikan volume kendaraan dibandingkan tahun sebelumnya.
Oleh karena itu, koordinasi antara PT Pelindo, operator swasta, dan otoritas keamanan akan terus diperketat hingga puncak arus mudik berakhir.
Editor: Redaktur TVRINews





