Bisnis.com, JAKARTA — LRT Jabodebek memberlakukan kebijakan khusus bagi pengguna LRT, yakni memperkenankan penumpang berbuka puasa di dalam rangkaian kereta maupun di area stasiun mulai waktu adzan Magrib hingga pukul 19.00 WIB.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika menjelaskan, kebijakan ini merupakan bentuk pelayanan kepada pengguna yang ingin tetap nyaman menjalankan ibadah puasa tanpa mengganggu ketertiban perjalanan.
Selain itu, kebijakan ini untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang masih berada dalam perjalanan saat waktu berbuka tiba, khususnya pada jam pulang kerja yang menjadi periode mobilitas tertinggi di kawasan Jabodebek.
“Saat waktu berbuka, pengguna LRT Jabodebek diperbolehkan mengonsumsi makanan dan minuman ringan seperti kurma, roti, dan air minum," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (18/2/2026).
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) sebelumnya telah resmi menetapkan awal puasa 1 Ramadan 1447 Hijriyah atau 2026 Masehi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 usai diputuskan dalam sidang isbat.
Radhitya menegaskan, meski boleh berbuka puasa, penumpang tidak diperkenankan mengonsumsi makanan berat dan yang berbau menyengat demi menjaga kenyamanan bersama.
Baca Juga
- Jumlah Pengguna LRT Jabodebek Sentuh 28,8 Juta Penumpang Sepanjang 2025
- Pengguna LRT Jabodebek Melonjak 26% per Januari 2026, Kapasitas Sudah Maksimal?
- LRT Jabodebek Berlakukan Tarif Khusus Maksimal Rp10.000 saat Nataru
Selain memberikan kelonggaran berbuka puasa di dalam kereta, LRT Jabodebek juga menyediakan fasilitas air minum gratis di seluruh stasiun yang dapat dimanfaatkan pengguna LRT Jabodebek. Pihaknya mengimbau seluruh pengguna untuk tetap menjaga kebersihan selama berbuka di dalam kereta.
Terutama sampah sisa makanan dan minuman untuk disimpan terlebih dahulu dan dibuang di tempat sampah yang tersedia di stasiun tujuan.
Dari sisi operasional, LRT Jabodebek tetap melayani perjalanan secara normal dengan 430 perjalanan pada hari kerja (weekday) dan 270 perjalanan pada akhir pekan, hari libur nasional, serta cuti bersama.
Dengan kebijakan ini, KAI berharap pengguna LRT Jabodebek dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman tanpa mengurangi aspek keselamatan, ketertiban, dan efisiensi perjalanan.
Terlebih, saat ini jumlah penumpang LRT Jabodebek terus meningkat. Sepanjang Januari 2026, KAI mencatat 2.714.594 perjalanan pengguna LRT Jabodebek, meningkat 26 persen atau tumbuh 567.735 pengguna LRT Jabodebek dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 2.146.859 pengguna LRT Jabodebek.
Peningkatan signifikan tersebut terlihat jelas pada hari kerja, dimana rekor pengguna harian tertinggi tercatat pada Kamis, 22 Januari 2026, dengan 123.276 pengguna LRT Jabodebek dalam satu hari bertepatan dengan aktivitas perkantoran yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa LRT Jabodebek mulai menjadi bagian dari rutinitas harian pekerja perkotaan.




