Terdiri dari tiga jenis utama yaitu AC Type-2 (pengisian lambat-medium), DC CCS2 (Combined Charging System - pengisian cepat), dan DC CHAdeMO (pengisian cepat, biasanya mobil Jepang). Colokan CCS2 dan AC Type 2 adalah standar yang paling umum saat ini.
Namun jika Sobat Medcom membeli mobil listrik bekas dan colokannya terlihat berbeda, tentu harus mencari SPKLU yang menyiapkan sistem colokan tersebut. Terutama untuk mobil-mobil listrik yang sudah ada sejak 2015. Berikut adalah rincian jenis colokan mobil listrik:
1. AC Type 2 (IEC 62196) Jenis ini paling umum digunakan untuk pengisian daya di rumah (home charging) maupun di SPKLU dengan arus AC. Memiliki desain 7 pin dan sering digunakan oleh mobil Eropa serta banyak model terbaru di Indonesia. Baca Juga:
Cek Harga Bekas Suzuki Ertiga Hybrid per Februari 2026 2. DC CCS2 (Combined Charging System) Standar fast charging di Indonesia yang menggabungkan colokan AC Type 2 dengan dua pin DC tambahan di bawahnya. CCS2 mampu mengisi daya dengan cepat dan banyak digunakan pada mobil listrik modern seperti Hyundai dan Tesla. 3. DC CHAdeMO Standar pengisian cepat DC (fast charging) yang dikembangkan di Jepang. Konektor ini berbentuk bulat besar dan banyak digunakan pada kendaraan listrik pabrikan Jepang. 4. GB/T Konektor standar khusus untuk mobil listrik buatan Tiongkok. Meskipun sekilas mirip Tipe 2, kabel di dalamnya berbeda dan tidak kompatibel langsung tanpa adaptor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)





