Titik Api Masih Muncul di Kalbar, Kualitas Udara di Beberapa Tempat Memburuk

kompas.id
8 jam lalu
Cover Berita

BALIKPAPAN, KOMPAS — Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan Barat masih terjadi di beberapa area. Sepanjang 17 Februari 2025, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mencatat terpantau 26 titik panas di Kalimantan Barat.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio BMKG Kalbar, Iskandar, mengatakan, potensi kemudahan karhutla masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah provinsi tersebut pada 22-25 Februari 2026. 

”Karena masuk dalam kategori mudah, sedang, hingga sangat mudah terbakar,” kata Iskandar saat dihubungi dari Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (18/2/2025).

Asap akibat karhutla di beberapa kabupaten di Kalbar bahkan membuat kualitas udara memburuk. BMKG mencatat, dalam 24 jam terakhir pada 17 Februari 2026 kulaitas udara Kecamatan Sungai Raya di Kabupaten Kubu Raya dalam kategori berbahaya.

Nilai maksimum PM2.5 di Kubu Raya sempat berada di 436,4 mikrogram per meter kubik. Nilai rata-rata hariannya pada angka 112,6 mikrogram per meter kubik atau dalam kategori tidak sehat.

Kualitas udara yang terpantau memburuk juga terjadi di Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah. Udara di sana sempat mencapai 231,8 mikrogram per meter kubik atau kategori sangat tidak sehat.

Kepala Polres Mempawah Ajun Komisaris Besar Jonathan David Hariantono mengatakan, dari pantauan timnya di lapangan, beberapa titik panas adalah lahan gambut yang terbakar. Pihaknya bersama pemerintah daerah setempat menurunkan tim gabungan untuk memadamkan api.

Di Kecamatan Anjongan, kendati api sudah tidak terlihat di permukaan, asap pekat terlihat membubung di area yang sudah hangus.

”Diperkirakan api masih hidup di bawah permukaan tanah gambut. Luas lahan terbakar sekitar 10 hektar,” kata Jonathan.

Pihaknya masih menyelidiki sumber api. Penelusuran terus dilakukan untuk mengetahui apakah ada unsur kesengajaan yang menyebabkan api menjalar ke area-area lain. 

Bertambah

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sepanjang Januari-Februari 2026 telah terjadi karhutla lebih dari 435 hektar di seluruh Kalbar. Sekitar 230 hektar di antaranya telah dipadamkan. Sisanya dalam pemadaman dan pendinginan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, pada 18 Februari 2026 karhutla di Kalbar bertambah sekitar 5 hektar di Kota Singkawang. 

”Saat ini proses pemadaman masih berjalan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Baca JugaAnomali di Kalimantan, Banjir dan Kebakaran Hutan Tewaskan Warga

Abdul mengatakan, pencegahan terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan. Langkah yang terus dilakukan adalah patroli terpadu, pemantauan titik panas secara berkala, pembasahan lahan gambut, dan sosialisasi ke masyarakat.

”Penanganan dilakukan dengan pemadaman darat dan udara sesuai kebutuhan serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran,” ucap Abdul Muhari.

Status di Kubu Raya

Bupati Kubu Raya Sujiwo telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 14 Januari 2026. Selain memastikan obyek vital aman dari kabut asap dan karhutla, pihaknya juga memastikan warga terdampak mendapat bantuan dan penanganan cepat.

Ia mengatakan, sekitar 80 persen lahan gambut di Kalbar berada di Kabupaten Kubu Raya. Hal itu membuat potensi titik api muncul saat kemarau.

Menurutnya, kebijakan anggaran akan diprioritaskan untuk memenuhi sarana prasarana kebencanaan, termasuk alat pelindung diri petugas yang menangani bencana. Tanpa menyebut nominal, ia berjanji bakal memenuhi perlengkapan yang ideal.

“Secara bertahap akan saya penuhi,” kata Sujiwo.

Baca JugaKalimantan Barat Tidak Sepenuhnya Aman dari Guncangan Gempa

Komandan Satuan Brimob Polda Kalbar Komisaris Besar Dede Rojudin mengatakan, selain pemadaman, pihaknya membagikan masker gratis kepada warga, terutama di lokasi dengan konsentrasi asap tebal.

“Guna menghindari risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), kami juga menyosialisasikan agar mengurangi aktivitas luar ruang,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemuda Duren Sawit Lakukan Penusukan Brutal Saat Tawuran Berujung Dicokok Brimob
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Wanti-wanti Trump ke Iran soal Konsekuensi Jika Tak Capai Kesepakan di Oman
• 14 jam laludetik.com
thumb
4 Jenis Kanker Ini Rentan Menyerang Perempuan, Begini Cara Mencegahnya
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Video: Survei BPS: Gaji Pekerja Lulusan SD Rp 2,2 Juta, S1 Rp 4,6 Juta
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jadwal Siaran Langsung 16 Besar AFC Champions League 2: Persib Vs Racthaburi FC
• 23 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.