Menurut data Global Cancer Observatory (Globocan) 2022, jumlah kasus kanker di Indonesia mencapai angka 408.661 dengan total kematian sebesar 242.988 jiwa.
Dalam laporan ditemukan bahwa jumlah kasus kanker pada perempuan lebih tinggi sebanyak 220.266 kasus, sementara itu pada laki-laki terdapat 188.395 kasus.
Angka yang tinggi ini dipengaruhi oleh beberapa jenis kanker yang umumnya hanya terjadi pada perempuan, terutama yang berkaitan dengan organ reproduksi. Penyebabnya pun beragam, mulai dari infeksi virus hingga faktor gaya hidup. Dalam faktanya, terdapat empat jenis kanker yang rentan menyerang perempuan dengan angka kasus yang tinggi. Apa saja itu?
1. Kanker PayudaraKanker payudara terjadi akibat tumbuhnya sel-sel abnormal di jaringan payudara dengan tak terkendali dan membentuk tumor. Jika tidak ditangani dengan cepat, kanker ini akan menyebar ke organ lain.
Dalam kasus yang lebih parah, kanker payudara dapat mengakibatkan kematian. Menurut data yang dirilis oleh World Health Organization pada 2020, 670 ribu lebih perempuan hilang nyawa akibat kanker payudara.
Cara mencegahMenurut Wakil Direktur Medis dan Konsultan Senior, Onkologi Medis di Parkway Cancer Centre (PCC) Singapura, Dr. Khoo Kei Siong, menjaga gaya hidup sehat merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya kanker payudara.
“Jika Anda rajin berolahraga, menjaga berat badan ideal sesuai dengan indeks massa tubuh, menjaga agar tidak kelebihan berat badan, tidak merokok, dan tidak minum alkohol, itu semua merupakan sejumlah cara menuju pencegahan kanker payudara,” kata Dr Khoo kepada kumparanWOMAN.
Selain itu, kamu juga dapat mencari riwayat kesehatan keluarga seperti ibu atau nenek. Jika ada di antara mereka yang pernah mengidapnya, maka kamu perlu rutin memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan obat tertentu buat mengurangi risiko kanker payudara.
Bagi yang tidak memiliki riwayat keluarga, tetap perlu rutin melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) untuk mencegah kasus kanker payudara lebih parah.
2. Kanker ServiksKanker serviks disebabkan oleh Human papillomavirus (HPV) yang membentuk tumor pada bagian bawah rahim dan menghubungkan antara rahim serta vagina. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 2023, terdapat 36.000 perempuan yang didiagnosis mengalami kanker serviks.
Banyaknya kasus ini terjadi karena kanker serviks sulit terdeteksi di tahap awal karena gejalanya tidak selalu jelas. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain: nyeri di panggul, pendarahan setelah berhubungan seksual, keputihan dengan bau tidak sedap, hingga keputihan bercampur darah.
Cara mencegahMenurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) salah satu cara untuk mencegah kanker serviks adalah vaksin HPV. Sejalan dengan itu, Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (P.O.G.I), Prof. DR. dr. Yudi Mulyana Hidayat, SpOG Subsp. Onk, mengatakan bahwa vaksin HPV perlu diberikan kepada seseorang yang belum aktif hubungan seksual maupun sudah.
“Walaupun sudah menikah, sudah aktif seksual, vaksinasi penting. Efektivitas tidak ditentukan dari sudah pernah berhubungan seks atau belum, tapi usia. Karena yang berperan adalah antibodi,” ujarnya.
3. Kanker OvariumKanker ovarium disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel abnormal yang menyerupai kista pada indung telur. Kanker ini umumnya menyerang perempuan usia 50–70 tahun, meski bisa saja terjadi pada usia yang lebih muda.
Menurut data dari Globocan pada 2020, terdapat 14.896 perempuan Indonesia yang terdiagnosis kanker ovarium. Sementara itu, angka kematian dari kanker ini mencapai 9.581.
Cara mencegahDikutip dari Healthline, ada beberapa cara untuk mencegah kanker ovarium. Yaitu mengonsumsi makanan yang seimbang, olahraga yang teratur, dan menjaga berat badan yang ideal.
Selain itu, dilansir Verywell Health—kamu disarankan untuk mencari jejak kanker ovarium di keluarga. Jika ada salah satu keluarga yang mengalami kanker ini, Ladies dapat berkonsultasi dengan dokter dan melakukan pemeriksaan medis untuk menurunkan risiko stadium lanjut.
4. Kanker Rahim (Endometrium)Kanker Rahim atau endometrium terjadi ketika sel-sel pada lapisan rahim mengalami mutasi genetik yang menyebabkan pertumbuhan tidak terkendali dan gagal mati seperti sel normal. Kondisi ini umumnya dipicu oleh ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron.
Meski tidak sepopuler kanker yang berada di atas, penyakit ini cukup banyak diderita oleh perempuan. Terdapat 417.367 kasus endometrium di seluruh dunia menurut data Globocan pada 2020.
Cara mencegahDikutip dari American Cancer Society, tidak ada cara yang pasti untuk mencegah kanker endometrium. Akan tetapi, ada beberapa langkah untuk menurunkan risikonya.
Pertama dengan menjaga berat badan agar tetap ideal. Lalu kedua, melakukan olahraga secara rutin. Menurut sumber tersebut, gaya hidup aktif dapat membantu menurunkan risiko kanker endometrium. Ketiga, melakukan terapi hormon bagi yang sudah menopause. Sebab saat menopause terjadi ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron yang dapat mengakibatkan risiko kanker endometrium. Oleh karena itu, cara ini dapat dilakukan sebagai salah satu cara untuk mencegahnya.
Baca juga: Mulai 2026, Skrining Kanker Serviks Masuk ke Program Cek Kesehatan Gratis





