JAKARTA, DISWAY.ID-- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP DKI Jakarta mengerahkan 1.900 personel untuk menghalau kegiatan Sahur On The Road (SOTR) selama bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Seperti diketahui kegiatan SOTR di Jakarta kerap berujung aksi tawuran antarkelompok.
Dari itu, Satpol PP DKI Jakarta menggandeng TNI dan Polri untuk berpatroli menghalau kegiatan SOTR.
BACA JUGA:Satpol PP DKI Bakal Tertibkan Pedagang Takjil di Trotoar Selama Ramadan: Itu Hak Pejalan Kaki!
"Kami anggota kami itu setiap harinya dijaga oleh 1.900 personel. Yang dia mobile, ada monitor juga wilayah. Jadi kita monitoring terus setiap hari," kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan di Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu, 18 Februari 2026.
Satriadi mengatakan, pihaknya sudah memetakan titik-titik rawan aksi tawuran di Jakarta.
Kata Satriadi, setidaknya ada 43 tititik rawan bentrokan remaja yang wajib dilakukan pengamanan.
"Kalau titik rawan tawuran tuh sekitar ada 43 titik rawan tawuran ya di DKI Jakarta itu berdasarkan data dari Kesbangpol gitu," katanya.
Satriadi pun akan menempatkan lebih banyak personel di puluhan titik yang menjadi lokasi rawan gesekan sosial.
Satriadi berharap, dengan penempatan lebih banyak personel mampu mencegah aksi bentrokan yang dapat mengganggu ketertiban selama bulan suci Ramadan.
BACA JUGA:PWNU DKI Ungkap Faktor Hilal Tidak Terlihat di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari
"Ya penempatannya bisa dua kali lipat daripada yang biasanya, gitu loh. Tapi kan tetap koordinasi dengan tiga pilar itu, TNI dan Polri," ujarnya.
Di sisi lain, Satpol PP juga bakal menertibkan pedagang takjil yang berjualan di atas trotoar selama bulan puasa.
Seperti diketahui, pedagang musiman yang menjajakan santapan berbuka puasa banyak bermunculan saat bulan Ramadan.
Satriadi mengimbau agar pedagang takjil tidak menggelar dagangannya di atas pedestrian, sehingga tidak mengganggu pejalan kaki.
- 1
- 2
- »





