Berkshire Hathaway Buang Saham Amazon, Kembali Masuk New York Times

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Berkshire Hathaway mengumumkan investasi di The New York Times, menandai kembalinya konglomerasi tersebut ke sektor media.

Berkshire Hathaway mengumumkan investasi di The New York Times, menandai kembalinya konglomerasi tersebut ke sektor media. (Foto: Ist)

IDXChannel - Berkshire Hathaway mengumumkan investasi di The New York Times, menandai kembalinya konglomerasi tersebut ke sektor media setelah keluar dari bisnis surat kabar pada 2020. Bersamaan dengan hal itu, perusahaan yang sebelumnya dinakhodai Warren Buffett itu juga mengurangi porsi di Amazon.com Inc.

Dalam keterbukaan informasi kepada U.S. rahm dikutip dari Reuters, Rabu (18/2/2026), Berkshire menyatakan perusahaan memiliki 5,07 juta saham Times senilai USD351,7 juta per akhir 2025. Saham The New York Times naik 4 persen ke level USD76,99.

Baca Juga:
Warren Buffett Resmi Mundur Sebagai CEO Berkshire Hathaway

Dokumen tersebut memuat portofolio saham yang tercatat di Amerika Serikat per 31 Desember, yang mencerminkan sebagian besar investasi ekuitas perusahaan yang berbasis di Omaha, Nebraska itu. Pada kuartal IV-2025, Berkshire juga melepas 4 persen kepemilikan di Apple Inc. yang masih menjadi investasi terbesar dengan nilai USD62 miliar, serta menjual 77 persen dari 10 juta sahamnya di Amazon.com Inc.

Periode tersebut menandai berakhirnya kepemimpinan 60 tahun Warren Buffett di Berkshire. Per 1 Januari 2026, posisi CEO beralih kepada Greg Abel, sedangkan Buffett tetap menjabat sebagai chairman.

Baca Juga:
Warren Buffett Pensiun, Ini Deretan Investasi Terbaiknya

Berkshire tidak mengungkap apakah keputusan investasi terbaru diarahkan oleh Buffett, Abel, atau manajer portofolio Ted Weschler. Manajer portofolio lainnya, Todd Combs, diketahui meninggalkan perusahaan pada akhir tahun untuk bergabung dengan JPMorgan Chase.

Selama ini, harga saham kerap melonjak setiap kali Berkshire mengumumkan investasi baru karena dinilai sebagai bentuk kepercayaan dari Buffett. Namun, belum jelas apakah pola tersebut berlanjut di bawah kepemimpinan Abel. Perusahaan juga belum menunjuk Chief Investment Officer baru untuk menggantikan Buffett maupun menjelaskan pembagian tanggung jawab investasi saham ke depan.

Buffett yang pernah menjadi pengantar koran semasa remaja, menjual bisnis surat kabar Berkshire termasuk Omaha World-Herald kepada Lee Enterprises senilai USD140 juta pada 2020. Kendati demikian, dalam surat kepada pemegang saham pada 2018, dia menyebut hanya Times, Wall Street Journal, dan kemungkinan Washington Post yang memiliki model digital cukup kuat untuk menutup penurunan oplah cetak dan pendapatan iklan.

Saat ini, Washington Post yang dimiliki pendiri Amazon, Jeff Bezos, juga menghadapi tantangan bisnis dan bulan ini memangkas sekitar sepertiga karyawannya.

Sepanjang kuartal IV-2025, Berkshire turut menambah kepemilikan di Chevron dan Chubb, serta mengurangi sebagian saham Aon dan Bank of America. Investor dan analis menilai Berkshire cenderung berhati-hati terhadap valuasi, terlihat dari tidak adanya pembelian kembali saham lebih dari satu tahun dan absennya akuisisi besar selama satu dekade terakhir. 

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dituding Ada Ketegangan Keluarga, Thariq Halilintar Ungkap Kebenaran Soal Aurel Hermansyah dan Gen Halilintar
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Sara Duterte Umumkan Maju Pilpres Filipina 2028
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
[FULL] Hasil Sidang Isbat: Awal Puasa Ramadan Jatuh Pada Kamis, 19 Februari 2026
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
De Jure: Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme Berbahaya bagi Negara Hukum dan Demokrasi
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
MBG Langkah Pemerintah Bangun SDM Sehat Menuju Generasi Emas
• 3 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.