DPR Dukung Larangan Sweeping Rumah Makan Selama Ramadan

suara.com
8 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Anggota Komisi VIII DPR RI, An'im Falachuddin, mendukung larangan sweeping rumah makan oleh Kementerian Agama pada Ramadan.
  • Menurutnya, Ramadan harus menjadi momentum penguatan toleransi, pengendalian diri, dan menjaga harmoni sosial masyarakat.
  • Ia menekankan pentingnya menghargai hak warga negara yang tidak berpuasa dalam negara majemuk Indonesia.

Suara.com - Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), An’im Falachuddin, mendukung penuh imbauan Kementerian Agama (Kemenag) yang melarang praktik sweeping rumah makan selama bulan suci Ramadan. 

Menurutnya, bahwa Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat toleransi dan pengendalian diri.

"Imbauan Kemenag harus didukung. Ramadan adalah bulan untuk menata diri dan menjaga harmoni sosial. Jangan sampai semangat ibadah justru berubah menjadi tindakan yang membuat orang lain tertekan," ujar An’im Falachuddin kepada wartawan, Rabu (18/2/2026).

Ia menyampaikan, esensi utama puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga menahan diri dari sikap yang memicu konflik atau tekanan sosial. 

Menurutnya, aksi sweeping oleh kelompok tertentu tidak mencerminkan nilai kedamaian Ramadan.

Legislator asal Jawa Timur tersebut mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara majemuk. 

Ia menekankan pentingnya menghormati hak warga negara yang tidak berpuasa, baik karena perbedaan keyakinan maupun kondisi kesehatan.

"Kita harus saling menghargai. Saudara kita yang non-Muslim atau yang berhalangan puasa memiliki hak dan kebutuhan untuk beraktivitas secara wajar, termasuk makan di siang hari. Mereka adalah bagian masyarakat yang harus dilindungi," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai menjaga ketertiban selama bulan suci merupakan tanggung jawab bersama. Namun, upaya tersebut harus dilakukan melalui pendekatan edukatif dan dialog, bukan pemaksaan.

Baca Juga: Satu Februari, Empat Makna: Valentine, Imlek, Pra-Paskah, dan Ramadan

Ia berharap Ramadan tahun ini menjadi ruang pembelajaran moral untuk mempererat persaudaraan di tengah keberagaman, bukan justru memicu ketegangan antarwarga.

"Mari jaga bulan suci ini dengan kedewasaan dan ketenangan. Ramadan harus memperkuat persatuan," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PM Kamboja Tuduh Thailand Duduki Wilayahnya, Gencatan Senjata Terancam Runtuh
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Tanda Kamu Punya Mental Lebih Kuat dari yang Dikira
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
AHY Soroti Ancaman Perang Dunia Ketiga: Saatnya Kita Semakin Kuat Bersatu
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Pemprov DKI Jakarta Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Inggris Perketat Aturan Paspor, Warga Negara Ganda Terancam Terlantar di Perbatasan
• 9 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.