Utang Luar Negeri RI Kuartal IV 2025 Naik Jadi USD 431,7 Miliar

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada kuartal/triwulan IV 2025 tercatat lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Bank Indonesia mencatat total ULN Indonesia berada di level USD 431,7 miliar, naik dari posisi kuartal III 2025 senilai USD 427,6 miliar.

"Perkembangan posisi ULN triwulan IV 2025 terutama dipengaruhi oleh ULN sektor publik,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resminya, Kamis (15/1).

Kenaikan ULN juga terjadi pada kelompok pemerintah. Posisi ULN pemerintah pada kuartal IV 2025 tercatat USD 214,3 miliar, lebih tinggi dibandingkan posisi kuartal III 2025 senilai USD 210,1 miliar.

Perkembangan ULN tersebut didorong oleh arus masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional, sejalan dengan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global.

Sebagai salah satu instrumen pembiayaan APBN, ULN pemerintah dikelola secara hati-hati, terukur, dan akuntabel, dengan pemanfaatan yang terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas demi menjaga keberlanjutan fiskal serta memperkuat perekonomian nasional.

Pemanfaatan ULN pemerintah diprioritaskan untuk mendukung sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 22,1 persen dari total uln pemerintah, diikuti oleh administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 19,8 persen, jasa pendidikan 16,2 persen, konstruksi 11,7 persen, serta sektor transportasi dan pergudangan sebesar 8,6 persen.

“Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99 persen dari total ULN pemerintah,” imbuh Deni.

Berbeda dengan ULN pemerintah, ULN swasta justru menurun. ULN swasta tercatat USD 192,8 miliar pada kuartal IV 2025, menurun dibandingkan dengan posisi kuartal III 2025 senilai USD 194,5 miliar.

Deni menjelaskan perkembangan ULN swasta dipengaruhi oleh penurunan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan atau nonfinancial corporations.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari sektor industri pengolahan; jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 79,9 persen terhadap total uln swasta.

ULN swasta tercatat tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,3 persen terhadap total ULN swasta.

Secara keseluruhan, struktur ULN Indonesia tetap sehat. Hal ini tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 29,9 persen pada kuartal IV 2025, juga dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 85,7 persen dari total ULN.

“Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” tutur Deni.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengikuti Jejak Bursa AS, IHSG Melonjak di Awal Perdagangan
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Pemprov DKI Wajibkan Kelab Malam hingga Rumah Pijat Tutup Selama Bulan Ramadan
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Utang RI Naik Terus, Purbaya: Kita Masih Aman!
• 16 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
12.944 Orang Masih Mengungsi Pascabanjir Sumatera, 1.205 Meninggal
• 8 jam laludisway.id
thumb
SUV Legendaris Land Rover Defender MY26 Kini Lebih Modern dan Tangguh
• 14 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.