Polisi membantu warga terdampak bencana melintasi jembatan darurat di Jorong Kayu Pasak Selatan, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (18/2/2026). Hingga sepekan terakhir, sebanyak 210 kepala keluarga di wilayah tersebut masih harus berjalan kaki melalui jembatan sementara untuk keluar masuk permukiman, setelah banjir susulan merusak akses yang ada sebelumnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam menyebut dua jembatan darurat di Kecamatan Palembayan hanyut terseret derasnya arus Sungai Batang Nanggang akibat hujan berintensitas tinggi pada Rabu (11/2) malam. Kedua jembatan yang terbuat dari batang kelapa itu sebelumnya dibangun untuk menghubungkan sejumlah wilayah terdampak.
Jembatan yang hanyut berada di sekitar Masjid Syuhada yang menghubungkan Sawah Laweh-Kampuang Pili serta di Jorong Subarang Aia yang menjadi akses penghubung Koto Alam-Subarang Aia.
Kepala Jorong Subarang Aia Irlan mengatakan putusnya jembatan membuat warga sempat terisolasi karena akses tersebut merupakan satu-satunya jalur distribusi hasil pertanian dan aktivitas menuju sekolah. Saat ini, aparat kepolisian tengah membangun jembatan Bailey sebagai pengganti sementara.
Sebelumnya, Kecamatan Palembayan dilanda banjir bandang yang mengakibatkan 146 orang meninggal dunia dan 32 orang dilaporkan hilang, serta merusak ratusan rumah dan lahan pertanian warga.





