Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi membuka pendaftaran Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Unggul Garuda Baru untuk tahun ajaran 2026/2027.
Sekolah Garuda merupakan sekolah unggulan yang jadi bagian program Presiden Prabowo Subianto. Sekolah ini diproyeksikan untuk siswa dengan talenta khusus di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Pendaftaran telah dibuka sejak 5 Februari dan akan berlangsung hingga 28 Februari 2026.
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini (Titin), mengatakan proses seleksi sudah berjalan dan pemerintah terus melakukan sosialisasi agar siswa berpotensi tidak tertinggal informasi.
“Saat ini sejak tanggal 5 Februari 2026 sudah dibuka pendaftaran untuk calon peserta didik SMA Unggul Garuda Baru untuk empat sekolah,” ujar Titin dalam jumpa pers di Graha Diktisaintek, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Ia menambahkan, antusiasme pendaftar sudah mulai terlihat sejak awal pembukaan.
“Sudah ada sekitar 1.100 yang login di sistem pendaftaran dan sedang menyelesaikan proses pendaftarannya,” kata Titin.
Setelah masa pendaftaran ditutup pada 28 Februari, peserta akan melalui sejumlah tahap seleksi.
Pertama, tes akademik dijadwalkan berlangsung pada 31 Maret.
“Ada tiga subjek atau tiga mata pelajaran yang dites dalam seleksi untuk PPDB SMA Unggul Garuda Baru: Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Matematika,” jelas Titin.
Selanjutnya, Titin menjelaskan, peserta yang lolos akan mengikuti wawancara sebelum hasil akhir diumumkan pada 30 April 2026.
“Dan kami berharap di tanggal 30 April ini kami sudah bisa menyampaikan daftar peserta didik untuk SMA Unggul Garuda Baru di empat lokasi,” kata Titin.
Adapun untuk syarat pendaftaran, Titin memaparkan, ada beberapa syarat wajib bagi calon siswa.
Syarat Peserta Didik
Calon peserta didik harus Warga Negara Indonesia, masih duduk di kelas 9 SMP atau sederajat, serta berusia maksimal 21 tahun per 1 Juli 2026.
Peserta juga wajib bersedia tinggal di asrama selama masa pendidikan.
“Bersedia ditempatkan di lokasi SMA Unggul Garuda Baru dan tinggal di asrama selama masa pendidikan dan siap mengikuti seluruh program pengembangan diri yang disiapkan,” ujar Titin.
Untuk kriteria khusus, Titin mengatakan, ada dua jalur yang bisa dipenuhi.
“Yang pertama adalah memiliki nilai paling rendah 85 untuk mata pelajaran tiga: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Dan atau, jadi bisa salah satu, jauh lebih baik keduanya, memiliki prestasi akademik di bidang STEM yang telah dikurasi oleh Puspresnas dan masuk dalam SIMTK,” jelasnya.
SMA Unggul Garuda Baru merupakan sekolah negeri berasrama yang difokuskan pada pengembangan talenta unggul, terutama di bidang sains dan teknologi.
Titin memastikan, seluruh siswa yang diterima tahun ini akan memperoleh beasiswa penuh.
“Untuk tahun ini kita 100 persen siswa yang akan diterima di SMA Unggul Garuda Baru di empat sekolah tadi itu mendapatkan beasiswa penuh,” katanya.
Adapun empat lokasi sekolah yang dibuka tahun ini berada di Belitung Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Utara.





