Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, kembali menuai kontroversi dengan mengatakan dirinya akan mengupayakan kebijakan yang "mendorong migrasi" warga Palestina dari Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Smotrich, yang beraliran sayap kanan ini, merupakan salah satu sosok di balik keputusan kontroversial pemerintah Israel baru-baru ini dalam menyetujui proposal untuk mendaftarkan sebagian besar tanah di Tepi Barat sebagai "milik negara" jika warga Palestina tidak dapat membuktikan kepemilikannya.
Partai Zionisme Religius yang dipimpin oleh Smotrich, menjadi kekuatan sayap kanan garis keras dalam pemerintahan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu.
Pernyataan kontroversial itu, seperti dilansir AFP dan The Times of Israel, Rabu (18/2/2026), disampaikan Smotrich saat berbicara dalam acara Partai Zionisme Religius yang digelar pada Selasa (17/2) malam. Dia berusaha memaparkan apa yang menurutnya harus menjadi tujuan pemerintah Israel berikutnya.
"Kita akan menghapus gagasan negara teror Arab," cetus Smotrich dalam pernyataannya.
"Kita akhirnya akan secara resmi dan secara praktis membatalkan Perjanjian Oslo yang terkutuk dan memulai jalan menuju kedaulatan, sambil mendorong migrasi dari Gaza dan Yudea dan Samaria," ujarnya, menggunakan nama istilah alkitabiah yang digunakan Israel untuk menyebut Tepi Barat.
"Tidak ada solusi jangka panjang lainnya," tegas Smotrich, yang mendapat tepuk tangan dari para hadirin dalam acara tersebut.
(nvc/ita)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500177/original/083454500_1770818615-Persib_Bandung_2.jpg)



