REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa mengecam keras dugaan rasisme yang menimpa anak asuhnya, Vinicius Junior pada leg pertama playoff Liga Champions UEFA di Estadio da Luz, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. Arbeloa menegaskan sepak bola tidak boleh memberi ruang sedikit pun bagi perilaku diskriminatif.
Laga sempat terhenti setelah muncul dugaan ujaran rasis yang diarahkan kepada Vinícius. Arbeloa meminta pihak yang diduga terlibat untuk memberi klarifikasi terbuka.
- Dugaan Rasisme Warnai Gol Indah Vinicius dalam Kemenangan Tipis Madrid Atas Benfica
- Kekalahan Dramatis Barcelona dari Girona, Gagal Geser Real Madrid
- Mourinho: Real Madrid yang Terluka Akan Lebih Berbahaya di Liga Champions
“Tanyakan kepada pemain Benfica apa yang dia katakan kepada Vini. Dunia sepak bola berhak tahu. Toleransi nol terhadap rasisme itu harga mati. Kita tidak bisa membiarkan hal seperti ini terjadi pada 2026,” ujar Arbeloa dalam konferensi pers usai pertandingan.
Arbeloa menegaskan, ia sepenuhnya mempercayai keterangan penyerangnya. Menurut dia, Vinícius bukan tipe yang mengarang cerita.
.rec-desc {padding: 7px !important;}“Saya percaya pada apa yang dia sampaikan. Saya tidak pernah meragukan ucapannya,” kata mantan bek timnas Spanyol tersebut.
Dalam situasi panas itu, Arbeloa mengaku hanya menanyakan kepada Vinícius apakah ingin melanjutkan pertandingan atau tidak. Apa pun keputusannya, tim akan berdiri di belakangnya.
“Kami satu tim. Kami berjuang bersama. Kalau ada yang menyerang salah satu dari kami, kami akan berdiri untuknya,” ujarnya tegas.
Terkait kemungkinan meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes, Arbeloa menyebut wasit tidak mendengar langsung insiden tersebut sehingga tak bisa mengambil tindakan lebih jauh. Namun ia menegaskan, perilaku rasis tidak boleh dinormalisasi dalam sepak bola, apa pun alasannya.
Gelandang Madrid Federico Valverde turut angkat bicara. Ia menyebut insiden itu sangat disayangkan dan menegaskan seluruh skuad mendukung Vinicius.
“Kami akan selalu membantu dan mendukungnya. Mungkin ada hal yang tidak terekam kamera, tapi kami tetap satu,” ujar Valverde.
Valverde juga menilai isu meninggalkan lapangan bukan perkara sederhana. Menurut dia, kejadian seperti ini terlalu sering terulang hingga bisa menggerus semangat bermain. “Kadang di momen seperti itu, Anda bisa kehilangan keinginan untuk bermain. Tapi sebagai tim, kami datang dan pergi bersama,” katanya.
Terlepas dari insiden tersebut, Madrid membawa pulang hasil positif dari Lisbon. Arbeloa menilai performa tim tampil solid dan menunjukkan mentalitas kuat, meski masih ada ruang evaluasi. Ia mengingatkan agar anak asuhnya tidak lengah pada leg kedua di Santiago Bernabeu.
“Jangan pernah meremehkan lawan. Kami butuh 90 menit yang sangat bagus untuk memastikan langkah berikutnya,” tegas Arbeloa, seraya memastikan komitmen klub untuk terus melawan segala bentuk rasisme di lapangan.




