Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia tengah bersiap menerima kehadiran kapal induk asal Italia, Giuseppe Garibaldi yang disebut dihibahkan dari Negeri Pizza tersebut.
"Jadwal kedatangan Giuseppe Garibaldi masih dibahas karena bergantung kesiapan teknis kapal dan penyelesaian administrasi hibah, termasuk proses dismantling peralatan tertentu oleh pihak Italia," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan (Karo Humas Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kepada Liputan6.com, Rabu (18/3/2026).
Advertisement
Menurut dia, tak ada timbal balik terhadap hibah dari pemerintah Italia tersebut.
"Skemanya hibah G2G sebagai bagian dari kerja sama pertahanan bilateral; tidak ada skema feedback spesifik di luar mekanisme resmi yang berlaku," ungkkap Rico.
Dia juga menjelaskan, Kementerian Pertahanan bersama TNI juga telah menyiapkan program pembinaan bagi calon awak yang nantinya akan mengawaki kapal tersebut.
"Kemhan dan TNI sudah menyiapkan pembinaan calon awak. Sementara pola penugasan dan kemungkinan keterlibatan matra lain masih dimatangkan oleh TNI AL sesuai kebutuhan operasi," jelas dia.
Untuk diketahui, kapal induk dengan panjang 180,2 meter ini dilengkapi dengan mesin penggerak super yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30 knot atau 56 kilometer per jam.
Kapal pengangkut pesawat tempur ini juga dilengkapi beberapa radar jamming hingga senjata seperti peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow / Selenia Aspide , Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, 324 mm tabung torpedo rangkap tiga dan Otomat Mk 2 SSM.




