Banjir bandang disertai longsor terjadi usai hujan deras yang mengguyur di Pedukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Ngawen, Gunungkidul, DIY, pada Selasa (17/2) petang.
"Hujan deras diikuti aliran air deras. Diikuti lumpur ke rumah warga," kata Lurah Tancep Yudianto kepada wartawan, Rabu (18/2).
Hujan deras mulai melanda wilayah tersebut sekitar 15.00 WIB. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini tetapi belasan rumah dilaporkan rusak.
"Tidak ada korban," katanya.
Di Pedukuhan Jono tercatat ada 12 rumah rusak dengan 5 di antaranya parah. Selain itu 1 masjid juga terdampak.
Shelter pengungsian juga telah disiapkan untuk warga mengungsi. Meski banyak warga memilih tinggal di rumah kerabat yang aman. Dari sisi geografis wilayah ini merupakan perbukitan.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih merekomendasikan salah satu rumah di sana direlokasi karena masih berpotensi terjadi longsoran susulan.
Rumah itu berada di posisi yang tinggi di Padukuhan Jono RT 06 dan sudah tertutup material longsoran sebagian.
"Tanah (di titik itu) masih bisa longsor. Selanjutnya di Pemda ada anggaran relokasi jika menggunakan anggaran dari PU Gunungkidul," kata Endah.
Endah mengatakan pasti berat meninggalkan tanah yang sudah ditinggali puluhan tahun. Tetapi ini semua demi keamanan.
"Berkaitan dengan keamanan demi nyawa hal ini penting disampaikan," katanya.





