Kakak beradik pedagang sate di Cirebon, Jawa Barat, terlibat cekcok yang berujung tragis. Seorang kakak berinisial UD tewas setelah ditusuk adik kandungnya sendiri, SP, menggunakan pisau yang biasa dipakai untuk memotong daging sate.
Peristiwa itu terjadi di Desa Kedung Bunder, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, pada Selasa (17/2) pagi. Saat itu korban terlambat datang ke lapak jualan untuk membantu menyiapkan sate yang akan dijual. Usaha sate itu merupakan milik orang tua mereka.
“Pelaku itu sedang melakukan pekerjaan sehari-hari sebagai penjual sate, sedang memotong daging, kemudian tiba-tiba datang kakaknya. Kakaknya yang mana ikut juga membantu menjual sate. Karena kedatangannya terlambat, maka si adiknya ini emosi,” ujar Kapolsek Gempol, Kompol Renaldi, Rabu (18/2).
Dalam kondisi emosi, lanjut Renaldi, SP kemudian berdiri dan menusukkan pisau yang dipegangnya berkali-kali ke punggung korban. Akibatnya korban mengalami lima luka tusukan.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, ia meninggal dunia dalam perjalanan.
Sementara pelaku berupaya melarikan diri ke area persawahan. Ia berhasil ditangkap polisi pada sore harinya.
“Pelakunya juga melarikan diri dan alhamdulillah setelah kita lakukan pencarian, kita amankan sekitar pukul 16.00 di sawah-sawah dekat kampung tersebut,” kata Renaldi.
SP diamankan bersama barang bukti pisau yang digunakan untuk membunuh korban. Atas perbuatannya ia terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.





