Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat pemulihan layanan pendidikan pascabencana di Sumatera melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) revitalisasi satuan pendidikan terdampak.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa hingga 15 Februari 2026, pemerintah telah menandatangani PKS revitalisasi terhadap 746 sekolah di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dengan total nilai anggaran mencapai Rp866,5 miliar.
Dari total tersebut, dana yang telah dicairkan sebesar Rp231,7 miliar, sementara sisanya masih dalam proses pencairan.
“Total sekolah yang sudah melaksanakan perjanjian kerja sama revitalisasi hingga 15 Februari sebanyak 746 sekolah, dan pada minggu keempat Februari direncanakan bertambah menjadi 1.204 sekolah,” ujar Mu’ti dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera bersama Pimpinan DPR RI di Jakarta Pusat, Rabu, 18 Februari 2026.
Mu’ti menjelaskan, jumlah sekolah yang menandatangani PKS meningkat secara bertahap. Pada 26 Januari tercatat 220 sekolah, kemudian bertambah menjadi 654 sekolah pada 10 Februari, dan mencapai 746 sekolah pada 15 Februari 2026.
"Nilai anggaran revitalisasi juga meningkat dari Rp174 miliar pada 26 Januari menjadi Rp866,5 miliar pada 15 Februari 2026," jelasnya.
Secara rinci, di Aceh terdapat 340 sekolah yang telah menandatangani PKS dengan nilai Rp487,7 miliar. Di Sumatera Barat sebanyak 196 sekolah dengan nilai Rp151,3 miliar, sedangkan di Sumatera Utara tercatat 210 sekolah dengan nilai Rp227,4 miliar.
Data Kerusakan Sekolah
Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi (verval), kerusakan sekolah di tiga provinsi tersebut cukup signifikan.
Mu'ti mengatakan bahwa di Aceh tercatat sebanyak 885 sekolah mengalami rusak ringan, 1.382 rusak sedang, 188 rusak berat, dan 63 sekolah harus direlokasi.
"Di Sumatera Barat, terdapat 217 sekolah rusak ringan, 255 rusak sedang, 13 rusak berat, dan 15 sekolah harus relokasi," ujarnya.
Sementara di Sumatera Utara, 594 sekolah mengalami rusak ringan, 424 rusak sedang, 84 rusak berat, serta lima sekolah perlu direlokasi.
Bantuan Guru dan Tambahan Anggaran
Selain revitalisasi fisik sekolah, Kemendikdasmen juga memproses verifikasi dan pembukaan rekening bagi 13.000 guru untuk penyaluran Tunjangan Khusus Guru (TKG) dengan total anggaran Rp83,3 miliar.
Pemerintah juga tengah mengoordinasikan percepatan pengajuan tambahan anggaran rekonstruksi sebesar Rp2,4 triliun guna mendukung pemulihan sarana dan prasarana pendidikan.
Dalam waktu dekat, kementerian akan melanjutkan rapat koordinasi percepatan rekonstruksi bersama dinas pendidikan di tiga provinsi terdampak, sekaligus menyalurkan bantuan peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), perlengkapan laboratorium, peralatan olahraga, alat kebersihan, serta alat pembelajaran edukatif senilai Rp60 miliar.
Mu’ti menegaskan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar di wilayah terdampak bencana dapat kembali berlangsung secara optimal dan berkelanjutan.
Editor: Redaksi TVRINews





