Penyalahgunaan gas Dinitrogen Monoksida (N2O) turut disoroti oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, dalam Focus Group Discussion (FGD) di Jakarta, Rabu (18/2).
Suyudi menjelaskan penggunaan yang tepat untuk gas tersebut. Salah satunya di bidang kuliner.
"Notabenenya ini sebenarnya adalah digunakan untuk meracik makanan gitu kan, untuk penyedap, kopi dan sebagainya," ucap Suyudi.
"Biasanya di tempatnya bartender gitu kan, buat ngisi kopi atau ngisi minuman atau apa lah, atau makanan," tambahnya.
Namun, Suyudi mengatakan, kini N2O justru disalahgunakan untuk mencari euforia dan efek tertawa bagi penggunanya. Biasanya dilakukan oleh anak-anak muda.
"Disalahgunakan oleh anak-anak kita untuk menstimulasi dalam hal ini mungkin supaya mencari fly, mencari euforia yang fantasi anak-anak, yang diharapkan bisa membuat efek-efek ketawa dan lain-lain," tutur Eks Kapolda Banten itu.
Meski dampak terhadap penggunanya fatal, tapi masih banyak yang menyalahgunakan. Terutama di tempat hiburan malam. BNN menemukan adanya penjualan gas itu kepada pengunjung.
"Dampak neurologisnya sangat fatal. Bahkan yang lebih memprihatinkannya, dan lucunya gitu ya, ini Whip Pink-Whip Pink ini dijual gitu kan, dijual bebas di dalam tempat-tempat hiburan," tuturnya.
"Bahkan kita juga dapat informasi ada yang sistem kayak paket gitu. Jadi masuk, dikasih Whip Pink. Itu gila. Sampai seperti itu," tambahnya.
Saat ini sejumlah pihak terkait masih menggodok aturan mengenai penyalahgunaan zat tersebut. BNN, Polri, BPOM, hingga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam waktu dekat akan merumuskan aturan terkait zat tersebut.





