LIMA — Kongres Peru pada Selasa, (17/2/2026) memberikan suara untuk mencopot Presiden sementara José Jerí dari jabatannya karena menghadapi tuduhan korupsi. Keputusan ini memicu gelombang baru ketidakstabilan politik di negara Amerika Selatan itu, hanya beberapa minggu sebelum pemilihan presiden dan kongres pada April.
Jerí sedang menjalani penyelidikan awal atas kasus korupsi dan suap, yang bermula dari serangkaian pertemuan yang tidak diungkapkan dengan dua eksekutif Tiongkok.
Dengan 75 suara mendukung, 24 menentang, dan tiga abstain, badan legislatif Peru memberikan suara untuk mencopot Jerí dari posisi yang ia duduki pada 10 Oktober ketika pendahulunya, Dina Boluarte, diberhentikan di tengah gelombang kejahatan yang melanda negara itu.
Pencopotan Jerí dari jabatannya adalah babak terbaru dalam krisis politik berkepanjangan di Peru yang telah memiliki tujuh presiden sejak 2016. Negara itu akan segera mengadakan pemilihan umum di tengah protes publik yang meluas atas meningkatnya kejahatan kekerasan.




