Liputan6.com, Jakarta - Menteri LH dan BPLH atau Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq bersama jajarannya melaksanakan rangkaian lanjutan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 dan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
Kegiatan yang dilakukan melalui aksi bersih di Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman dan Tempat Pelelangan Ikan Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut).
Advertisement
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Administrasi Jakut hingga masyarakat setempat yang bertujuan untuk menangani persoalan sampah di kawasan pesisir perkotaan.
Hanif mengingatkan bahwa Jakut menjadi model pengelolaan sampah nasional. Oleh karena itu, perlu keterlibatan semua pihak terutama masyarakat untuk melakukan pemilahan dan pengolahan sampah.
"Hari ini kita terus melakukan korve, korve, dan korve sesuai arahan dari Bapak Presiden, termasuk di Jakarta Utara sekarang," ujar Menteri Hanif, dikutip dari laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) www.kemenlh.go.id, Rabu (18/2/2026).
"Jakarta Utara memiliki timbulan sampah lebih dari 1.300 ton per hari, sehingga perlu menjadi atensi khusus bagi kita semua, termasuk bagi warga masyarakat untuk mengelola sampah dengan baik dari sumbernya," sambung dia.
Kemudian, Hanif melanjutkan, kunjungan kerja ke Bank Sampah Unit Women Federation di Jalan Marliana, serta ke TPS3R MOA di Penjagalan, Penjaringan, Jakut, untuk memantau langsung pengelolaan sampah.
Menurutnya, kedua lokasi ini dapat menjadi contoh penting dalam pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat secara langsung.




