Kiat jaga produksi ASI selama berpuasa bagi ibu menyusui

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Bidan dan doula pendiri Bumilpamil Jamilatus Sadiyah mengemukakan pentingnya ibu menyusui memastikan pemenuhan kebutuhan cairan dan energi supaya produksi ASI tetap terjaga selama menunaikan ibadah puasa Ramadhan.

"Beberapa studi menunjukkan bahwa puasa Ramadhan pada ibu menyusui umumnya tidak langsung menurunkan kualitas makronutrien ASI, namun dehidrasi dan defisit energi dapat memengaruhi volume ASI dan kondisi ibu jika tidak diantisipasi dengan baik," kata lulusan Poltekkes Kemenkes Jakarta 3 itu kepada ANTARA di Jakarta pada Rabu.​​​​​​​

Agar produksi ASI selama berpuasa tetap terjaga, dia menyarankan ibu menyusui berusaha memenuhi target konsumsi cairan 2,5 liter sampai tiga liter dari waktu berbuka puasa sampai sahur.

Ibu menyusui bisa memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit dengan minum air putih, makan sup atau makanan berkuah lain, serta mengonsumsi buah berkadar air tinggi seperti semangka dan jeruk.

Jamila juga menyarankan penambahan asupan kalori sebanyak 400 sampai 500 kilokalori per hari pada waktu sahur dan berbuka untuk memastikan pemenuhan kebutuhan energi selama berpuasa.

Dia menyarankan ibu menyusui mengonsumsi makanan padat gizi saat sahur dan berbuka puasa.​​​​​​​

Telur, ikan, daging ayam, daging sapi, tempe, dan tahu bisa dijadikan sebagai pilihan sumber protein untuk mendukung sintesis ASI dan pemulihan tubuh ibu.

Ibu menyusui disarankan mengonsumsi makanan sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, kentang, dan roti gandum agar pasokan energinya lebih stabil dan tubuhnya tidak cepat lemas.

Selain itu, ibu menyusui direkomendasikan mengonsumsi makanan sumber lemak sehat seperti alpukat, kacang, biji-bijian, dan minyak zaitun untuk menjaga konsistensi kandungan energi dalam ASI.​​​​​​​

Baca juga: Akupresur bisa bantu tingkatkan produksi ASI menurut pakar

​​​​​​​Jamila mengatakan bahwa di samping memenuhi kebutuhan zat gizi makro, ibu menyusui sebaiknya memperhatikan pemenuhan kebutuhan zat gizi mikro, yang mencakup vitamin dan mineral.

Sebagai contoh, susu, yoghurt, tempe, dan ikan teri bisa jadi pilihan sumber kalsium. Kebutuhan zat besi bisa dipenuhi dengan mengonsumsi daging merah, hati, dan sayur bayam.

"Bila perlu, suplementasi multivitamin khusus ibu menyusui dapat dipertimbangkan sesuai anjuran tenaga kesehatan, terutama jika asupan makanan sulit optimal saat puasa," ​​​​​​​kata Jamila.

Baca juga: Perlancar produksi ASI dengan sering menyusui secara benar

Jamila menjelaskan bahwa produksi ASI juga bergantung pada frekuensi pengosongan payudara dengan menyusui langsung (Direct Breastfeeding/DBF) atau memompa ASI secara konsisten.

Dia menyarankan ibu tetap menyusui sesuai dengan keinginan bayi. Menyusui bayi pada malam hari dan menjelang sahur disarankan karena kadar hormon prolaktin lebih tinggi pada malam sampai dini hari.

Ibu menyusui selama berpuasa disarankan memompa ASI secara terjadwal setiap dua sampai tiga jam agar refleks prolaktin dan oksitosin tetap terstimulasi.

Jamila juga menyampaikan pentingnya manajemen stres dan istirahat cukup bagi ibu menyusui yang berpuasa, karena stres dan kelelahan dapat menghambat refleks oksitosin dan membuat pengeluaran ASI terasa "seret" meski produksi tetap jalan.

Baca juga: Produksi ASI menurun akibat stres bekerja? Ini kiat meningkatkannya

Baca juga: Dokter bagikan resep sayur katuk dan kelor untuk tingkatkan produksi ASI​​​​​​​


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Federico Barba Percaya Diri Persib Bandung Bisa Remontada Lawan Ratchaburi
• 4 jam laludisway.id
thumb
Jelang Ramadan, Andre Rosiade Bagikan 5.000 Sembako ke Warga Sawahlunto
• 11 jam laludetik.com
thumb
Tradisi Limau Barongge, Cara Masyarakat Sungai Pisang Sambut Ramadan 1447 H
• 11 menit lalumediaindonesia.com
thumb
Pemerintah Salurkan Bantuan Bencana Sumatra Rp139 Miliar
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Masjid Istiqlal Siap Sambut Ramadan dan Gelar Salat Tarawih Pertama | KOMPAS SIANG
• 9 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.