Sebanyak 844 Kepala Keluarga (KK) korban banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues, Aceh resmi menerima kunci dan menempati Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun oleh pemerintah. Penyerahan kunci secara simbolis dilakukan oleh PIC Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kheriawan, kepada Bupati Gayo Lues, Suhaidi, dengan disaksikan oleh jajaran Forkopimda setempat.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita di kompleks Huntara Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang. Momen ini sekaligus menandakan bahwa 17 titik lokasi Huntara yang tersebar di 7 kecamatan di Gayo Lues secara serentak siap dihuni oleh para pengungsi.
PIC BNPB, Kheriawan, mengungkapkan rasa syukurnya karena target untuk memindahkan pengungsi ke hunian yang lebih layak sebelum bulan puasa dapat terealisasi.
"Alhamdulillah hari ini kita sudah launching, sehingga apa yang kita sampaikan dua bulan yang lalu bahwa masyarakat di pengungsian akan bisa menempati hunian sementara ini sebelum Ramadan, hari ini kita tuntaskan janji kita," ujar Kheriawan.
Baca juga:
DPR Dorong Pemulihan Pascabencana Sumatra Rampung Sebelum Lebaran 2026
Fasilitas Lengkap
Dari total target pembangunan 1.179 unit Huntara, BNPB telah merampungkan 844 unit. Sementara sisanya, sebanyak 335 unit, saat ini masih dalam proses pengerjaan.
Khusus di Desa Rigeb, terdapat 133 unit Huntara yang siap huni. Tidak hanya bangunan fisik, para korban banjir juga mendapatkan bantuan fasilitas pendukung kebutuhan dasar, mulai dari sembako, matras, akses air bersih, hingga sambungan listrik.
Huntara ini difungsikan sebagai tempat tinggal transisi yang layak bagi warga terdampak, sembari menunggu proses pembangunan Hunian Tetap (Huntap) direalisasikan oleh pemerintah.




