Jakarta (ANTARA) - Petugas gabungan menangani tembok rumah yang roboh di Jalan Samali Ujung I, RT 013 dan RT 011 RW 04, Kelurahan Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
"Setelah mendapatkan informasi, kami langsung menerjunkan PPSU dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan penanganan sementara," kata Lurah Pejaten Barat, Yudi Setia Prawira di Jakarta, Rabu.
Yudi mengatakan, tembok yang roboh akibat struktur tanah yang labil tersebut terjadi pada Selasa (17/2) sekitar pukul 18.30 WIB.
Dia menjelaskan, reruntuhan tembok yang juga menyebabkan aliran Saluran Penghubung Astagina serta tiga rumah terdampak ini cepat ditangani oleh 20 personel gabungan dari Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), BPBD dan Satpol PP.
Selain itu personel dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan serta dibantu warga.
Baca juga: Tembok roboh, Polisi selidiki dugaan kelalaian pihak sekolah
Baca juga: Perbaikan prasarana SMPN 182 ditargetkan rampung 23 Februari
Menurut dia, penanganan sementara sudah dilakukan. "Tinggal nantinya pengurus lingkungan dan warga pemilik bangunan yang terdampak melakukan mediasi terkait penyelesaian permasalahan tersebut," katanya.
Komandan Pleton BPBD Wilayah Jakarta Selatan, Muhammad Nur menambahkan, tembok milik salah satu warga sepanjang sembilan meter dengan tinggi lima meter yang roboh tersebut, sudah dilakukan penanganan sementara dengan ditutup menggunakan terpal agar reruntuhan tidak menutup Saluran Penghubung (Phb).
Kemudian, untuk penanganan lanjutan terkait puing yang menutup saluran air, pihak kelurahan setempat juga sudah melakukan koordinasi dalam pembersihan lebih lanjut. Hal itu mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil, dikhawatirkan debit air meningkat.
Tidak ada korban jiwa dan pengungsi dalam kejadian ini. "Warga sekitar diimbau untuk terus berhati-hati, terutama saat hujan turun mengguyur wilayahnya," katanya.
"Setelah mendapatkan informasi, kami langsung menerjunkan PPSU dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan penanganan sementara," kata Lurah Pejaten Barat, Yudi Setia Prawira di Jakarta, Rabu.
Yudi mengatakan, tembok yang roboh akibat struktur tanah yang labil tersebut terjadi pada Selasa (17/2) sekitar pukul 18.30 WIB.
Dia menjelaskan, reruntuhan tembok yang juga menyebabkan aliran Saluran Penghubung Astagina serta tiga rumah terdampak ini cepat ditangani oleh 20 personel gabungan dari Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), BPBD dan Satpol PP.
Selain itu personel dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan serta dibantu warga.
Baca juga: Tembok roboh, Polisi selidiki dugaan kelalaian pihak sekolah
Baca juga: Perbaikan prasarana SMPN 182 ditargetkan rampung 23 Februari
Menurut dia, penanganan sementara sudah dilakukan. "Tinggal nantinya pengurus lingkungan dan warga pemilik bangunan yang terdampak melakukan mediasi terkait penyelesaian permasalahan tersebut," katanya.
Komandan Pleton BPBD Wilayah Jakarta Selatan, Muhammad Nur menambahkan, tembok milik salah satu warga sepanjang sembilan meter dengan tinggi lima meter yang roboh tersebut, sudah dilakukan penanganan sementara dengan ditutup menggunakan terpal agar reruntuhan tidak menutup Saluran Penghubung (Phb).
Kemudian, untuk penanganan lanjutan terkait puing yang menutup saluran air, pihak kelurahan setempat juga sudah melakukan koordinasi dalam pembersihan lebih lanjut. Hal itu mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil, dikhawatirkan debit air meningkat.
Tidak ada korban jiwa dan pengungsi dalam kejadian ini. "Warga sekitar diimbau untuk terus berhati-hati, terutama saat hujan turun mengguyur wilayahnya," katanya.





