Pantau - Anggota Komisi VIII DPR RI An’im Falachuddin mendukung penuh imbauan Kementerian Agama agar masyarakat tidak melakukan sweeping rumah makan selama bulan suci Ramadhan.
Dukungan tersebut disampaikan An’im di Jakarta pada Rabu sebagai respons atas imbauan resmi pemerintah melalui Kemenag.
Dalam keterangannya, ia mengatakan, "Imbauan Kemenag harus didukung. Ramadhan adalah bulan untuk menata diri dan menjaga harmoni sosial. Jangan sampai semangat ibadah justru berubah menjadi tindakan yang membuat orang lain tertekan,".
Tekankan Esensi Puasa dan Harmoni SosialAn’im menjelaskan bahwa esensi utama puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari sikap yang dapat memicu konflik maupun tekanan sosial di tengah masyarakat.
Menurut legislator asal Jawa Timur tersebut, aksi sweeping atau razia makan yang dilakukan kelompok tertentu tidak mencerminkan nilai kedamaian yang seharusnya dijunjung selama Ramadhan.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara majemuk dengan keberagaman agama dan latar belakang masyarakat.
Dalam pernyataannya, ia menyampaikan, "Kita harus saling menghargai. Saudara kita yang non-Muslim atau yang berhalangan puasa memiliki hak dan kebutuhan untuk beraktivitas secara wajar, termasuk makan di siang hari. Mereka adalah bagian masyarakat yang harus dilindungi,".
Ajakan Edukasi Tanpa IntimidasiAn’im menilai menjaga ketertiban selama bulan suci merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Namun, ia menekankan bahwa upaya tersebut harus dilakukan melalui pendekatan edukatif dan dialog, bukan dengan cara pemaksaan atau intimidasi.
Ia berharap Ramadhan tahun ini menjadi momentum pembelajaran moral untuk mempererat persaudaraan dalam keberagaman, bukan pemicu ketegangan antarwarga.
Ia kembali menegaskan pentingnya kedewasaan dan ketenangan dengan mengatakan, "Mari jaga bulan suci ini dengan kedewasaan dan ketenangan. Ramadhan harus memperkuat persatuan,".
Sebelumnya, Wakil Menteri Agama Muhammad Syafii juga menyampaikan imbauan serupa dengan mengatakan, "Enggak ada, enggak ada. Enggak ada sweeping-sweeping-lah. Itulah bentuk penghormatan kita bahwa selain kita yang berpuasa, masih ada kok saudara kita yang tidak berpuasa. Tapi bagi yang tidak berpuasa, ya memang kita enggak puasa, tapi hormati dong orang yang puasa,".




