Sejumlah masyarakat, relawan, dan petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung berkolaborasi membersihkan sampah kiriman di kawasan pantai di Bali. Sampah yang menumpuk di Bali ini sempat disorot Presiden Prabowo Subianto.
Pantauan kumparan, Rabu (18/2) pagi, salah satu lokasi pembersihan sampah kiriman dilakukan di Pantai Kelan, Kabupaten Badung. Pantai terlihat kumuh karena sejumlah sampah berupa plastik, ranting, dan kayu tampak berserakan.
Puluhan masyarakat, relawan, dan petugas DLHK mulai berjibaku membersihkan sampah. Mereka awalnya memungut sampah, kemudian memasukkannya ke dalam karung.
Sampah dalam karung kemudian dipindahkan ke satu titik lokasi sehingga petugas lebih mudah mengangkut dan membawanya ke TPA Suwung.
"Kalau musim hujan pasti kewalahan karena sampah kiriman di pantai banyak. Sampah paling banyak itu pada Januari dan Februari. Kita sampai enggak bisa membersihkan, sampai bingung mana dulu yang dibersihkan karena saling menumpuk tebal," kata salah satu petugas DLHK bernama Kadek Artini.
Artini membersihkan area sebelah selatan Pantai Kelan. Menurutnya, sebagian sampah yang dikumpulkan berupa kayu dan batang pohon.
Sementara itu, salah satu peserta bersih-bersih pantai bernama Gilang Rahma mengatakan Pantai Kelan secara kasat mata terlihat cukup bersih. Namun, terdapat sampah yang sudah berbentuk mikroplastik kecil dan sulit terlihat.
Sekitar 90 persen sampah di Pantai Kelan yang berhasil dikumpulkan sebenarnya berupa stirofoam dan plastik berukuran kecil.
Apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat, sampah mikroplastik ini dapat menjadi ancaman berbahaya bagi ekosistem di masa depan.
"Plastik sama stirofoam, mostly itu hampir 90 persen," kata Gilang, yang merupakan anggota Pandawara Group.
Setelah dibersihkan, Pantai Kelan tampak bersih dari sampah plastik, ranting, hingga kayu. Pemandangan pantai terlihat indah dan segar dipandang.
Pantai Kelan biasanya terkenal sebagai kawasan wisata kuliner ikan dengan pantainya yang bersih. Selain itu, wisatawan bisa memburu foto atau video estetika pesawat terbang karena lokasinya berdekatan dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.





