JAKARTA, KOMPAS.com - PT MRT Jakarta (Perseroda) mengizinkan penumpang membatalkan puasa di dalam kereta maupun di area peron saat waktu maghrib.
Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, mengatakan kebijakan ini merupakan bentuk dukungan bagi pelanggan yang menjalankan ibadah puasa.
"Meski demikian, pengguna jasa hanya diperbolehkan membatalkan puasa dengan air putih dan buah kurma serta maksimum 10 menit setelah azan maghrib (apabila masih di dalam ratangga atau area berbayar)," kata Rendy Primartantyo melalui keterangan, Rabu (18/2/2026).
Baca juga: Penumpang Transjakarta Boleh Buka Puasa di Bus, Durasi Cuma 10 Menit
Selain itu, penumpang hanya diizinkan minum dan mengonsumsi makanan selain buah kurma.
"Pengguna jasa tidak diperbolehkan untuk membatalkan puasa dengan minuman selain air putih (teh, kopi, sirup, soda, dll) dan kudapan selain buah kurma. Kebijakan ini mulai berlaku Kamis 19 Februari 2025, seiring dengan dimulainya pelaksanaan ibadah puasa," katanya.
Rendy menuturkan aturan tersebut diterapkan agar pelanggan tetap nyaman beribadah tanpa mengganggu ketertiban layanan.
"Melalui pesan perjalanan lebih bermakna bersama MRT Jakarta, seluruh pengguna jasa juga diajak untuk tetap nyaman dan tertib beribadah di tengah mobilitas perkotaan yang dinamis," jelasnya.
Baca juga: Tempat Hiburan Malam Diawasi Ketat Selama Ramadhan, Pelanggar Bakal Disanksi
MRT Jakarta juga menghadirkan kampanye #MelajuPenuhMakna selama Ramadhan.
Program ini mencakup konten edukatif, aktivasi digital dan promo interaktif, pembagian takjil di area stasiun, hingga kegiatan sosial seperti buka puasa bersama anak yatim piatu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang